Gelapkan Barang Calon Pekerja, Divonis 18 Bulan


Terdakwa saat mendengarkan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Bantul. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Terdakwa saat mendengarkan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Bantul. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI) – Terdakwa Amirudin (47) warga Dukuh Bumirejo Mungkid Magelang divonis 1 tahun 6 bulan atau 18 bulan penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Kamis (27/12). Vonis yang dijatuhkan majelis hakim yang diketuai Agung Sulistiyono SH sama dengan tuntutan jaksa Dany P Febriyanto SH. Majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 372 KUHP setelah melakukan penggelapan.

Dalam amar putusan terungkap, awalnya pada Rabu 1 Agustus 2018 terdakwa datang ke rumah saksi korban Anista Yusniati di Dusun Cawan Atas Sedayu, Kabupaten Bantul. Terdakwa datang ke rumah saksi korban berpura-pura menjadi pagawai Depnaker Bantul menanyakan apakah pernah bekerja di Batam.

Selanjutnya terdakwa menawarkan kepada saksi korban untuk bekerja sebagai packing alat-alat kesehatan yang bisa dikerjakan di rumah dengan syarat mempunyai surat pengalaman kerja di Batam. Selain itu saksi korban disuruh menunjukkan barang-barang yang pernah dibeli di Batam yaitu 1 buah HP Iphone 5, 1 buah HP Sony Experia, perhiasan 2 kalung berat 20 gram, 1 buah gelang berat 10 gram.

Terdakwa kemudian meminta saksi korban agar barang dibawa ke kantor untuk discan. Namun hal tersebut hanya akal-akalan terdakwa saja dan hingga saat ini barang tersebut tidak dikembalikan lagi oleh terdakwa kepada saksi korban. Barang terdakwa ternyata dipergunakan untuk keperluan terdakwa tanpa seizin pemiliknya. Akibat perbuatan terdakwa tersebut saksi korban menderita kerugian kurang lebih Rp 15 juta.

Selanjutnya pada Rabu 5 September 2018 terdakwa mendatangi rumah saksi korban Sholikah di Dadapbong Sendangsari Pajangan Bantul. Saat itu terdakwa mengaku sebagai pegawai PJTKI Yogyakarta menawari bekerja sebagai packing alat-alat kesehatan yang bisa dikerjakan dirumah dengan persyaratan harus mempunyai bukti KTLN (kartu tanda bekerja di luar negeri).

Saksi korban Sholikah juga diminta menunjukkan barang- barang yang pernah dibeli di luar negeri untuk dilihatkan kepada terdakwa. Barang-barang tersebut antara lain uang real senilai 1500 real, 3 buah HP merk Samsung, 1 buah Andromax, 1 buah cincin emas 1 buah kalung emas. Kemudian barang barang tersebut dibawa terdakwa dan hingga sekarang tidak dikembalikan. Akibatnya saksi korban Sholikah menderita kerugian Rp 23 juta. (C-5)

Terdakwa saat mendengarkan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Bantul. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

Read previous post:
ilustrasi
POLISI AMANKAN RATUSNA BOKS BARANG BUKTI Atasi Kegelisahan, Satpam Nyandu Pil Koplo

DEPOK (MERAPI)- Seorang satpam toko, AS (34) warga Sorosutan Umbulharjo Yogyakarta, diringkus petugas Ditresnarkoba Polda DIY lantaran kedapatan mengonsumsi pil

Close