Manajemen PSIMAkhirnya Cairkan Bonus

YOGYA (MERAPI) – Bonus yang dijanjikan manajemen PSIM Yogya kepada para pemain akhirnya dicairkan. Skuad Laskar Mataram yang memenuhi target untuk membawa tim bertahan di Liga 2 musim depan, mendapatkan bonus yang sudah dijanjikan manajemen.

Pencairan bonus kepada Pratama Gilang dan kawan-kawan disampaikan oleh Sekretaris PSIM, Jarot Sri Kastowo di Wisma Ir Soeratin Sosrosoegondo, Yogya, kemarin. “Pemberian bonus kepada pemain sudah kami lakukan. Kami sudah memberikan semua yang menjadi hak kepada pemain. Tidak ada lagi tanggungan dari manajemen kepada pemain,” terangnya.

Disebutkan Jarot, total bonus yang diberikan kepada pemain dan ofisial nilainya memang tidak begitu besar. “Jumlahnya sebenarnya tidak mencapai Rp 100 juta. Namun kami akui butuh waktu untuk mendapatkan dana itu. Makanya tak bisa kami berikan tepat waktu dan terpaksa mundur,” tuturnya.

Mengenai pembayaran gaji, Jarot mengungkapkan jika hal itu sudah diberikan sebelum PSIM melakoni babak 64 besar Piala Indonesia 2018 melawan PS Tira Bantul, beberapa waktu lalu. “Kalau gaji sudah, malah sebelum Piala Indonesia lawan PS Tira itu. Nah, untuk yang bonus ini kami berikan menyusul dan sudah kami berikan,” ungkapnya.

Dengan diberikannya bonus atas pencapaian para pemain yang sudah membawa PSIM bertahan di Liga 2 tersebut, Jarot berterimakasih kepada seluruh anggota tim. “Perjuangan PSIM begitu luar biasa musim ini. Dari pengurangan poin hingga bisa bertahan. Saya rasa itu bukan hal mudah untuk melaluinya tapi tim bisa memenuhi target dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer PSIM, Erwan Hendarwanto tak menampik jika pemberian bonus tersebut mengalami penundaan beberapa kali. “Manajemen memang sudah menjanjikan bonus lama. Awalnya mau diberikan setelah selesai kompetisi tapi mundur lagi. Kemudian saat mau lawan PS Tira tapi mundur lagi. Ini akhirnya diberikan dan para pemain senang bisa mendapatkan haknya,” katanya.

Dari sisi teknis, Erwan menjelaskan bahwa apa yang dilalui para pemainnya memang perlu mendapat apresiasi. Jika kemudian manajemen menjanjikan untuk memberi bonus atas keberhasilan pemain membawa tim bertahan di Liga 2, itu merupakan hal yang pantas didapatkan.

“Tidak mudah melalui musim ini. Di awal musim, pengurangan poin sempat meruntuhkan mental pemain. Mereka seolah menyerah, tak bisa menghadapi kompetisi yang baru dimulai. Ada kekhawatiran degradasi tapi perlahan pemain bisa melaluinya. Bahkan kami sempat mencatatkan rekor 10 laga tak terkalahkan. Itu hal yang luar biasa menurut saya,” jelasnya. (Oro) ukaan�Y����%

Read previous post:
Agen PemainTernama Kontak PSS

SLEMAN (MERAPI) - PSS Sleman jadi primadona di Liga 1 usai promosi berstatus kampiun Liga 2. Banyak pemain lokal yang

Close