KORBAN TSUNAMI SELAT SUNDA JADI 430 JIWA Abiesta Asal Magelang Ditemukan Meninggal

MERAPI-M THOHA-Jenazah Abiesta saat diusung memasuki kawasan TPU Giriloyo Magelang.
MERAPI-M THOHA-Jenazah Abiesta saat diusung memasuki kawasan TPU Giriloyo Magelang.

JAKARTA (MERAPI) – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan hingga pukul 13.00 WIB, korban jiwa akibat tsunami di Selat Sunda mencapai 430 orang. “Total 430 orang meninggal dunia ini angka sementara dan kemungkinan bisa bertambah, karena tim SAR fokus di selatan yakni di Kecamatan Sumur. Untuk yang paling parah terdampak masih Pandeglang,” kata Sutopo pada konferensi pers di BNPB di Jakarta, Rabu (26/12)
Sementara, putra pertama pasangan Hery Kristianto-Firda Setyawati yang bernama Abiesta Danurwenda (11) akhirnya berhasil ditemukan di sebuah rumah sakit dalam kondisi meninggal dunia.

Setelah melewati proses pemeriksaan dan identifikasi, Selasa petang jenazah Abiesta langsung dibawa ke Magelang dengan menggunakan kendaraan ambulans dari salah satu rumah sakit di Jakarta, dan Rabu (26/12) pagi sekitar pukul 06.00 jenazah tiba di kampung halaman Firda Setyawati di Kampung Kebonpolo Kelurahan Wates Kota Magelang.
Selasa pagi lalu sampel DNA dari ibunya dikirimkan dengan menggunakan pesawat paling awal dari Yogyakarta. Sampel ini diharapkan dapat membantu pengungkapan dan pencarian Abiesta. Namun lewat beberapa tanda yang ada pada fisiknya, jenazah Abiesta berhasil diketahui.
Salah satu adik Hery Kristianto, Heru Setyawan, kepada wartawan, Rabu, mengatakan jenazah Abiesta berhasil ditemukan berkat beberapa tanda fisik yang ada pada tubuh keponakannya tersebut. Di antara tanda fisik tersebut adalah bekas operasi yang ada di bagian pundak kanan, salah satu giginya yang lepas dan adanya tahi lalat di punggungnya. “Selain itu juga dari baju yang dikenakannya,” kata Heru. Ada pihak keluarga di Jakarta yang juga ikut memantau.

Rabu kemarin jenazah Abiesta juga dimakamkan di TPU Giriloyo Kota Magelang. Makam Abiesta letaknya berdampingan dengan makam adiknya, Abiyosa Lanang Kapindo yang telah dimakamkan Senin (24/12) lalu. Heru Setiawan mengaku pihaknya beruntung bisa mendapatkan lokasi berdampingan. Antara Abiesta dengan adiknya sering bermain bersama, dan inilah yang menjadi salah satu pertimbangan letak makam kakak-beradik ini berdampingan. Firda Setyawati juga ikut mengantar putra pertamanya tersebut hingga ke pemakaman dengan naik kursi roda, dan ikut menaburkan bunga ke makam Abiesta dengan dibantu pihak keluarga.
Salah satu perwakilan PLN Kantor Pusat, Regional Jawa Bagian Barat Anton Suprapto Adi dalam upacara pemberangkatan jenazah dari Kebonpolo menuju ke TPU Giriloyo Kota Magelang mengatakan pada Sabtu (22/12) malam lalu Heri Kristianto mengikuti kegiatan Family Gathering PT PLN (Persero) di Tanjung Lesung Pandeglang Banten.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas PLN setiap akhir tahun melakukan evaluasi menuju ke tahun berikutnya. Dalam kegiatan ini keluarga juga diajak, mengingat diketahui hubungan keluarga sangat membantu kinerja karyawan.

Seperti diketahui, tsunami terjadi pada saat kegiatan berlangsung pada Sabtu malam. Hery Kristianto bersama istri (Firda Setyawati) dan kedua putranya (Abiesta Danurwenda dan Abiyosa Lanang Kapindo) ikut menjadi korban. Firda berhasil ditemukan dalam kondisi hidup dengan luka di bagian kaki kirinya, sedang Hery Kristianto, Abiesta dan Abiyosa ditemukan meninggal dunia.
BNPB mencatat hingga hari keempat pascatsunami Selat Sunda, sebanyak 1.495 orang luka-luka, 159 orang hilang dan 21.991 orang mengungsi akibat tsunami pada Sabtu (22/12) malam tersebut. Tsunami yang terjadi sekitar pukul 21.30 WIB tersebut berdampak pada lima kabupaten yaitu Pandeglang dan Serang di Provinsi Banten, serta Kabupaten Lampung Selatan, Pesawaran dan Tanggamus di Provinsi Lampung. Dari lima kabupaten tersebut, dampak terparah dialami Kabupaten Pandeglang tercatat 290 orang meninggal, 1.143 orang luka-luka, 77 orang hilang dan 17.477 orang mengungsi.

Lalu di Kabupaten Lampung Selatan dimana korban jiwa mencapai 113 orang meninggal, 289 orang luka-luka, 14 orang hilang dan 4.200 orang mengungsi. Sementara di Kabupaten Serang tercatat 25 orang meninggal, 62 luka-luka, 68 hilang dan 83 orang mengungsi, di Pesawaran ada satu korban jiwa, satu luka-luka dan 231 orang mengungsi. Sedangkan di Tanggamus terdata satu orang meninggal.
Untuk itu masa tanggap darurat diberlakukan selama 14 hari untuk Kabupaten Pandeglang yaitu sejak 22 Desember 2018 hingga 4 Januari 2019. Sementara untuk di Lampung Selatan masa tanggap darurat selama tujuh hari sejak 23 hingga 29 Desember 2018. “Kemungkinan nanti bisa diperpanjang disesuaikan kondisi lapangan. Rekomendasi di dapat dari BMKG dan PVMBG, sedangkan Pemerintah Daerah tetap yang memiliki kewenangan proses evakuasi, sementara BNPB, Kementerian/Lembaga, TNI/Polri dan yang lainnya akan menguatkan operasi evakuasi, ujar dia. (Ham)

Read previous post:
DIVISI SUPERKOMPETISI PSSI BANTUL – Tamanan Tantang Juara Bertahan di Final

BANTUL (MERAPI) - PS Tamanan bakal menantang juara bertahan Satria Muda pada laga final Divisi Super Kompetisi Askab PSSI Bantul

Close