Armada Damkar Disiagakan di Malioboro Saat Malam Tahun Baru

MERAPI-TRI DARMIYATI Masyarakat memanfaatkan liburan dengan berlibur di Malioboro menikmati suasana pedestrian yang kini menambah daya tarik ikon wisata Yogyakarta itu.
Masyarakat menikmati suasana pedestrian di Malioboro. (MERAPI-TRI DARMIYATI)

UMBULHARJO (MERAPI) –  Dinas Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta bakal menyiagakan dua armada pemadam kebakaran di kawasan Malioboro pada malam tahun baru. Langkah tersebut untuk mengantisipasi jika terjadi kebakaran di sekitar titik keramaian massa.

“Kami siagakan armada pemadam kebakaran di Posko Senopati dan Posko Teteg Malioboro,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta, Agus Winarto, Selasa (25/12).

Agus menyampaikan, dua armada itu adalah truk pemadam kebakaran (damkar) dengan kapasitas yang disesuaikan dengan lokasi penempatan, yaitu sekitar 3.000 liter hingga 8.000 liter. Setiap pos tersebut juga akan ditempatkan satu regu pemadam kebakaran yang terdiri 5 personel. Untuk Posko Senopati, armada pemadam kebakaran akan ditempatkan di Taman Pintar dengan armada berkapasitas agak besar.

Menurutnya dua lokasi posko tersebut dipilih karena strategis untuk menjangkau jika terjadi kebakaran di sekitar kawasan tersebut. Termasuk mengurangi waktu tempuh armada untuk menjangkau lokasi, karena saat malam tahun baru kawasan itu menjadi kerumunan massa dan lalu linta sekitar padat.

“Pada malam tahun baru kepadatan lalu lintas di sekitar kawasan Malioboro pasti akan pada. Itu akan menyulitkan akses armada kebakaran datang tepat waktu. Makanya kami tempat di dua posko itu. Kalau terjadi kebakaran di sekitar sana, kami bisa langsung menangani dengn cepat,” terangnya.

Selain itu tetap menyiagakan armada di posko utama Dinas Pemadam Kebakaran di kompleks Balaikota dan Jalan Kyai Mojo. Titik keramaian massa malam tahun baru yang juga menjadi perhatian antisipsi kebakaran di sekitar kawasan Tugu Yogyakarta.

“Yang di sekitar Tugu itu kami sudah ada Posko Damkar di Jalan Kyai Mojo, yang bisa menjangkaunya,” imbuh Agus.

Diakuinya salah satu potensi kebakaran di malam tahun baru adalah petasan. Mengingat petasan kini juga diproduksi dalam ukuran besar. Selama ini dia menyebut belum pernah terjadi kebakaran karena petasan pada malam tahun baru di Kota Yogyakarta. Namun kesiapsiagaan dan antiispasi kebakaran tersebut tetap dilakukan.

“Yang kita khawatirkan itu petasan dan kembang api besar saat dinyalakan tidak meledak di atas udara. Tapi meledak di bawah dan mengenai barang yang mudah terbakar, itu bisa memicu kebakaran,” tuturnya.

Untuk itu pihaknya mengimbau agar masyarakat berhati-hati dalam menyalakan kembang api atau petasan. Misalnya di tanah lapang atau ruang terbuka yang luas. Dia menyebut selama 2018, Dinas Kebakaran Kota Yogyakarta menangani sekitar 60 kejadian kebakaran. Jumlah kasus kebakaran tersebut hampir sama seperti tahun lalu. (Tri)

Read previous post:
Masyarakat Kulonprogo Diminta Junjung Tinggi Toleransi

WATES (MERAPI) - Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo meminta masyarakatnya menjunjung tinggi sikap toleransi. Hal ini diperlukan untuk menciptakan suasana aman

Close