BERDALIH MENENANGKAN PIKIRAN Banyak Masalah, Sopir Pilih Nyabu

DEPOK (MERAPI)- Aparat kepolisian terus melakukan upaya penangkapan terhadap pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di wilayah Yogyakarta. Kali ini, Ditreskrim Polda DIY berhasil menangkap pengedar sekaligus pemakai narkoba jenis sabu-sabu.
Diresnarkoba Polda DIY AKBP Dewa Gede Putu Arta melalui Kasubdit III Ditnarkoba Polda DIY AKBP Mardiyono kepada wartawan, Kamis (20/12) mengatakan, tersangka yang diamankan yakni MR (24) warga Cungkuk, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. Kini tersangka harus mendekam di sel tahanan Polda DIY.
“Kita dapatkan barang bukti 0,28 gram sabu, handpone dan sepeda motor tersangka,” ujar AKBP Mardiyono.

Menurut AKBP Mardiyono, penangkapan tersangka bermula saat tersangka memesan sabu melalui WhatsApp (WA) dengan nick name BE. Usai memesan, tersangka kemudian disuruh mentransfer uang Rp 500 ribu ke nomor rekening yang telah ditunjuk.
Setelah pembayaran selesai dilakukan, tersangka disuruh menunjukkan bukti transfer, kemudian meminta panduan untuk mengambil paket sabu tersebut. Oleh pengedarnya, sabu tersebut kemudian diletakan di daerah Somodaran Gamping, tepatnya di bawah tiang listrik.
Namun naas. Saat tersangka hendak mengambil paket sabu tersebut, dia berhasil dipergoki polisi. Setelah tersangka berhasil dihentikan, petugas kemudian melakukan pemeriksaan dan ditemukan bungkus rokok berisi satu buah plastik berisi serbuk kristal sabu.

“Pelaku dan barang buktinya langsung kami gelandang ke Polda DIY, untuk penyelidikan lebih lanjut,” katanya.
Lanjut Mardiyono, dari hasil pemeriksaan, tersangka berdalih mengkonsumsi sabu untuk menenangkan pikiran. Tersangka RF diduga sudah lama mengonsumsi sabu-sabu. Dia pun mengaku mengonsumsi sabu-sabu karena sedang banyak masalah.
“Tersangka ini pekerjaannya sopir freelance, megkonsumsi sabu-sabu untuk menenangkan pikiran karena sedang banyak masalah, alasannya seperti itu,” jelasnya.

Tersangka RF mengaku sudah tiga kali memesan sabu, tapi dari hasil cek urine menunjukkan hasil negatif karena diduga jeda waktu mengonsumsi sabu-sabu yang cukup lama. Sedangkan barang bukti sabu masih berada di laboratorium untuk memastikan jenisnya.
“Akibat perbuatannya tersangka akan dijerat dengan Pasal 111 dan Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkasnya. (Shn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
DIVERSI BERHASIL- Anggota PP Bantul Bebas dari Hukuman

BANTUL (MERAPI) - Anggota Pemuda Pancasila (PP) Bantul, Alfathan Saddam Husain (18) warga Cepit Pendowoharjo Sewon Bantul akhirnya sepakat untuk

Close