KOMPLOTAN ASAL JAKARTA DIRINGKUS 4 Kali Bobol Brankas dalam Sebulan

MLATI (MERAPI)-Petugas Unit Reskrim Polsek Mlati dan Tim Opsnal Polres Sleman dibantu Opsnal Polres Magelang berhasil menggulung empat orang anggota komplotan pembobol brankas, Kamis (20/12). Dalam sebulan selama November lalu, komplotan ini membobol 4 brankas di wilayah Sleman dan Magelang.
Di Sleman, mereka beraksi membobol brangkas di PT Anugerah Steel yang berada di Jalan Magelang, Sendangadi, Mlati, Sleman. Kuat dugaan, keempat pelaku sudah beraksi di banyak kota.
Empat orang tersangka yang diamankan yakni MW (38), HW (40), MR (43) dan NW (35) semuanya warga Jakarta Utara. Satu orang anggota komplotan ini, berinisial BY (38) warga Jakarta Utara masih dalam pengejaran polisi.

“Dua tersangka berinisial MR dan NW ditahan di Polres Magelang karena terlibat pencurian di wilayah Magelang,” ujar Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Anggaito Hadi Prabowo saat dikonfirmasi, Kamis (20/12).
Menurut Anggaito, empat tersangka ditangkap di wilayah Bayumas saat akan melakukan aksinya. Sebelumnya petugas telah melakukan pencarian ke wilayah Cilincing Jakarta Utara yang diduga menjadi tempat persembunyian tersangka.
“Pelaku ini selalu berpindah-pindah tempat persembunyian saat akan melakukan aksinya di beberapa wilayah lain,” ujarnya.
Dari tangan tersangka, ujarnya, petugas menyita barang bukti berupa mobil Daihatsu Sigra B 2548 UFZ, tang besar, sepatu, handphone, tas, celana jeans, kaos, baju, ikat pinggang dan brangkas. Kini petuas masih terus memburu satu orang tersangka yang masih buron.

Menurut Anggaito, selain beraksi di wilayah Mlati, para tersangka juga beraksi di tiga lokasi berbeda di wilayah Magelang pada November 2018 lalu. Modusnya sama yakni dengan membobol rumah maupun gedung yang ditinggal penghuninya. “Kita masih dalami modus masing-masing pelaku,” katanya.
Menurut Anggaito pencurian brankas tersebut terjadi akhir November lalu. Saat itu salah seorang pekerja hendak masuk ke halaman kantor dan terkejut melihat pintu pagar kantor sudah terbuka. Kemudian saksi mengajak temannya untuk mengecek.
Saat didekati, ternyata gembok pagar sudah hilang. Keduanya kemudian masuk mendekati pintu masuk kantor (Rolling Door) dan mendapati dalam keadaan sudah hilang gemboknya. Karena curiga, keduanya lalu masuk dalam ruangan kantor untuk mengecek.

Keduanya terkejut melihat brankas yang berisi uang tunai Rp 100 juta yang berada di ruangan kantor sudah tidak ada di tempat semula. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Mlati. Petugas yang datang kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari hasil penyelidikan, polisi pun mendeteksi pelakunya merupakan komplotan asal Jakarta Utara.
“Kasus ini masih terus kita kembangkan kemungkinan adanya lokasi pencurian di tempat lain. Tersangka kita jerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberat dengan ancaman 7 tahun kurungan penjara,” pungkas Anggaito. (Shn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
UGM KENALKAN BECAK LISTRIK-Isi Daya 3 Jam, Bisa Tempuh 30 Km

YOGYA (MERAPI) - Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan (PSEKP) dan Inovation Center for Automatic (ICA) memperkenalkan

Close