DITUNTUT 5 TAHUN PENJARA, Pemilik Tembakau Gorila Minta Keringanan


Terdakwa digiring ke luar ruang pengadilan usai menjalani sidang. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Terdakwa digiring ke luar ruang pengadilan usai menjalani sidang. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI) – Terdakwa pemilik tembakau gorila, HC (43) warga Maguwo Banguntapan Bantul meminta keringanan hukuman atas tuntutan jaksa penuntut umum Nur Ika Yutanita SH yang sebelumnya menuntut 5 tahun penjara serta denda Rp 800 juta subsider 2 bulan kurungan.


“Selama ini terdakwa telah mengakui perbuatannya dan berjanji tak akan mengulangi. Untuk itu kami meminta majelis hakim untuk memberi keringanan hukuman,” ujar terdakwa melalui penasihat hukumnya, Hermawati SH usai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Kamis (20/12).

Dalam persidangan majelis hakim yang diketuai Subagyo SH MHum terungkap, terdakwa sendiri ditangkap petugas kepolisian di rumahnya. Penangkapan tersebut dilakukan setelah terdakwa dilaporkan masyarakat memiliki narkotika berupa tembakau gorila.

Untuk itu petugas yang mendapat laporan langsung melakukan penyelidikan pada Agustus 2018. Saat dilakukan penggeledahan di rumah terdakwa petugas menemukan barang bukti tembakau gorila yang disimpan dalam paket kecil yang siap untuk diedarkan.

Selanjutnya, terdakwa beserta barang bukti diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dalam pemeriksaan terdakwa mengakui barang haram tersebut selain digunakan sendiri juga diedarkan ke orang lain.

Dari pemeriksaan laboratorium yang dilakukan saat itu, urine terdakwa diketahui negatif. Perbuatan terdakwa telah melanggar UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (C-5)

Read previous post:
PEMANGGILAN WARTAWAN KR SEBAGAI SAKSI PWI Ingatkan Jangan Gegabah Panggil Wartawan

  WATES (MERAPI) - Polres Kulonprogo diminta untuk tidak gegabah menindaklanjuti laporan masyarakat terkait pemberitaan di media massa dengan proses

Close