LEMPAR KACA MOBIL SAMPAI PECAH Cah Klitih Divonis Hukuman Ringan

BANTUL (MERAPI)- Di tengah maraknya aksi klitih di Yogya, ternyata hukuman bagi pelakunya terbilang ringan. Buktinya, terdakwa cah klitih pelempar kaca mobil, Anang Prasetyo bin Darusalam (18) warga Sidorejo, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul hanya diganjar hukuman 5 bulan penjara potong masa tahanan dalam sidang pembacaan putusan di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Rabu (19/12).
Bahkan hukuman yang dijatuhkan lebih ringan dari tuntutan jaksa yang awalnya menuntut 8 bulan penjara. Atas putusan tersebut, terdakwa melalui penasihat hukumnya Hermawati SH menyatakan menerima.

“Kami menyatakan menerima putusan tersebut karena majelis hakim telah memberikan hukuman lebih ringan dari tuntutan. Setelah dipotong masa tahanan, kemungkinan terdakwa hanya menjalani sekitar sebulan lagi,” ujar Hermawati kepada wartawan usai sidang.
Dalam amar putusan yang dibacakan majelis hakim Dewi Kurniasari SH terungkap, awalnya terdakwa pada Kamis 2 Agustus 2018 didatangi Latif (terpisah) di rumahnya. Ketika itu Latif mengajak terdakwa berputar-putar menggunakan sepeda motor yang dibawanya untuk mencari mangsa klitih (sasaran mobil yang hendak dilempar batu).
Dari ajakan tersebut, terdakwa menyetujui lalu menjadi joki dan Latif membonceng. Latif bertindak sebagai pelempar batu. Selanjutnya sebelum keluar dari rumah, terdakwa melihat batu koral dan mengambilnya.

Saat berputar-putar, sesampainya di perempatan Tamantirto Kasihan Bantul, terdakwa berpapasan dengan mobil Honda Brio. Seketika Latif melempar batu mengenai kaca mobil bagian depan milik saksi korban Rizki Fernando hingga pecah. Terdakwa sebagai joki langsung tancap gas melarikan diri.
Daru kejadian itu, saksi korban menderita kerugian Rp 6 juta. Setelah dilaporkan, petugas berhasil melakukan penangkapan dan keduanya dijerat dengan pasal 170 ayat 1 KUHP. (C-5)

Read previous post:
Kades dan Perangkat Desa Dijamin BPJS Kesehatan

SLEMAN (MERAPI) - Kehadiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 menjadi angin segar bagi kepala desa dan perangkat desa.

Close