SERI KRUSIAL IBL2018/2019 – Bima Perkasa Punya Waktu Panjang

SLEMAN (MERAPI) – Bima Perkasa Yogyakarta punya waktu panjang mempersiapkan diri menghadapi dua partai penting di Seri IV Solo. Skuad besutan Raoul Miguel Hadinoto ini punya waktu tiga pekan setelah Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) memutuskan Seri IV Solo digelar 12 Januari 2018. Di Seri Solo nanti, Bima Perkasa bakal menghadapi Satria Muda dan kampiun IBL 2017/2018 Pelita Jaya.

Manajemen Bima Perkasa berharap Tim Pelatih dan pemain bisa memanfaatkan waktu guna mempersiapkan diri sebaik mungkin. Meski menghadapi dua tim yang sama-sama terpuruk di dasar klasemen sementara, manajemen tetap melihat Satria Muda dan Pelita Jaya sebagai tim yang tangguh.

“Satria Muda sekarang di dasar klasemen merah dan Pelita di dasar klasemen putih, tapi mereka masih klub kuat. Harapannya kami bisa memanfaatkan waktu latihan memperbaiki kelemahan di tiga seri terakhir,” kata Adinda Christya selaku Manajer Klub, Selasa (18/12) kepada <I>Merapi<P>.

Selama tiga seri yang sudah dijalani Bima, Yanuar Dwi Priasmoro dan kawan-kawan membukukan tiga kali kemenangan dan empat kali menelan kekalahan. Kemenangan Bima diraih atas Siliwangi Bogor, Satya Wacana Salatiga, dan Pacific Caesar. Sedangkan saat melawan NSH Jakarta, Hangtuah, Stapac Jakarta, dan Prawira Bandung, Bima gagal memetik poin penuh. Raoul Miguel Hadinoto mengatakan persoalan selama tiga seri terakhir yang masih terlihat adalah inkonsistensi permainan di kuarter akhir.

Ketika melawan Hangtuah, Bima Perkasa selalu unggul di tiga kuarter namun disalip dalam waktu lima menit lalu mengakhiri laga dengan kepala tertunduk. Berhadapan dengan Stapac, Bima mampu mengimbangi Oki Wira Sanjaya dan kawan-kawan selama tiga kuarter sebelum dihabisi tembakkan tiga angka Stapac di kuarter akhir. Begitu juga saat meraih kemenangan atas Pacific di mana mereka nyaris disalip tim asal Surabaya itu. Beruntung dua pemain asing Pacific foul out sehingga memudahkan Bima Perkasa mempertahankan keunggulan.

“Kami harus memperbaiki konsistensi di tiap pertandingan. Rotasi pemain juga belum maksimal. Waktu panjang ini akan kami manfaatkan untuk itu,” beber Pelatih Kepala yang akrab disapa Eboss itu.

Saat ini Bima Perkasa masih berada di posisi tiga klasemen sementara Divisi Merah. Mengemas 10 poin dari tujuh pertandingan, Bima terpaut satu angka dari Hangtuah di posisi dua dan dua angka dari NSH di puncak klasemen. Bima telah mencetak 478 poin ke ring kawan dan kemasukan 504 poin. Di Divisi Putih, Stapac memuncaki klasemen sementara dengan 13 poin diikuti Pacific Caesar di tempat kedua dengan 10 angka dan Siliwangi Bogor dengan 9 poin di tempat ketiga. (Des)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
KOMPETISI DIVISIII PSSI BANTUL – BMW Wonorejo Jumpa Persiwi di Final

<B>BANTUL (MERAPI) -<P> BMW Wonorejo melaju ke partai final Divisi II Kompetisi Askab PSSI Bantul 2018 dan akan bertemu dengan

Close