PENGUSAHA TEMPE JADI PENJAHAT-Disekap Perampok, Kepala Dikrukup Karung

MERAPI-SUKRO RIYADI Tersangka Ag digelandang ke Polsek Imogiri Bantul usia merampok toko plastik.
MERAPI-SUKRO RIYADI
Tersangka Ag digelandang ke Polsek Imogiri Bantul usia merampok toko plastik.

BANTUL (MERAPI)- Gara-gara terbelit utang, seorang pengusaha tempe asal Pekalongan, Ag (43) nekat jadi perampok sadis. Dia menyatroni Toko Plastik Karunia di Jalan Imogiri Timur, Cebolan, Imogiri, Sabtu (15/12). Dengan sadis, dia menyekap penjaga toko menggunakan karung plastik. Belum sempat kabur, pelaku yang mengontrak rumah di Numpukan, Karangtengah, Imogiri ini berhasil dibekuk warga.
Hingga Minggu (16/12), pelaku masih diperiksa intensif di Mapolsek Imogiri. Kapolsek Imogiri Kompol Anton Nugroho W SH didampingi Panit 2 Reskrim Iptu Heru Sugiyarto SH MH kepada wartawan kemarin mengatakan, aksi perampokan tersebut bermula ketika pada Sabtu siang sekitar pukul 14.00, pelaku datang ke toko plastik yang dijaga Ny Eka Apri Sundari (35) warga Barongan, Sumberagung, Jetis, Bantul. Pelaku memang langganan belanja plastik di toko itu untuk kebutuhan produksi tempe. Setelah barang pesanannya datang, pelaku langsung pulang ke rumah kontrakannya. Namun ketika membeli plastik di toko itu, tersangka melihat transaksi pembeli lain dalam jumlah besar.

Bayangan uang dalam jumlah besar itu terus berada di pikirannya selama perjalanan pulang ke rumah kontrakan. “Melihat transaksi dalam jumlah banyak di toko plastik membuat tersangka punya niat untuk melakukan pencurian. Apalagi dia tengah terlilit utang,” ujar Anton.
Setelah pulang ke kontrakan, dia pun memutuskan untuk merampok toko itu. Segala persiapan kemudian dilakukan, termasuk membawa karung plastik warna putih untuk menyekap penjaga toko. Tak lama berselang, dia menuju toko tersebut.
Saat itu dia mendapati saksi Eka Apri tengah jaga toko. Tersangka pun masuk lewat pintu belakang. Secepat kilat, dia melumpuhkan penjaga toko. Kemudian, pelaku menyekapnya dengan cara kepala korban dikerukup karung plastik dari belakang. Tidak hanya itu, pelaku juga mengikat tangan korban. Setelah saksi disekap, pelaku menguras laci kasir dan mendapati uang Rp 4 juta. Nahas bagi pelaku datang saat dia hendak kabur. Saat itulah dia berpapasan dengan pembeli. Karena curiga, pembeli itu kemudian menanyai pelaku. “Ketika ditanya pembeli yang bertemu di depan toko itu, tersangka mengaku sebagai suami penjaga toko (Ny Eka Apri). Padahal pembeli itu adalah tetangga Ny Eka Apri Sundari. Sehingga mengatahui secara persis keluarganya termasuk sauminya,” ujar Anton.

Di waktu bersamaan, Ny Eka Apri Sundari bisa melepaskan diri dan keluar toko. Dia langsung berteriak minta tolong warga. Massa pun berdatangan, sementara pelaku belum berhasil kabur. Dengan mudah dan tanpa perlawanan, warga berhasil mengamankan tersangka.
Kepada polisi, tersangka Ag mengaku nekat merampok karena sedang terbelit banyak masalah terutama soal keuangan. Dia tengah memiliki tagihan yang harus diselesaikan, sedang produksi tempe juga sedang seret. “Sehari biasanya bisa memproduksi 75 kg hingga 1 kuintal tempa. Namun kini saya khilaf,” ujarnya.(Roy)

Read previous post:
Fintech Dorong UMKM Berkembang Pesat

NGAGLIK (MERAPI) - Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan lebih maksimal dan bijaksana untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Seperti halnya Financial Technology (Fintech),

Close