SAMBUT MUSIM LIBUR NATARU DI YOGYA-Parkir Alternatif Disiapkan

Sejumlah wisatawan menikmati suasana pedestrian di Malioboro Yogyakarta. (Merapi-Tri Darmiyati)
Sejumlah wisatawan menikmati suasana pedestrian di Malioboro Yogyakarta. (Merapi-Tri Darmiyati)

UMBULHARJO (MERAPI) – Jumlah wisatawan dan volume kendaraan yang berkunjung ke Yogyakarta pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019 dipastikan meningkat. Untuk itu beberapa tempat parkir alternatif disiapkan. Terutama bagi wisatawan yang akan ke Malioboro.

“Kami siapkan beberapa tempat parkir alternatif di tempat parkir swasta untuk mendukung tempat parkir yang dikelola pemerintah. Terutama parkir wisatawan Malioboro,” kata Kepala Bidang Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta Imanudin Aziz, Jumat (14/12)

Beberapa tempat parkir alternatif yang dikelola swasta itu di antaranya tempat parkir Ketandan, persil di barat Radio Arma Sebelas di Jalan KH Ahmad Dahlan, parkir Jalan Brigjend Katamso, eks Purawisata, utara eks Purawisata dan Jalan Ahmad Jazuli satu arah. Sedangkan tempat parkir yang dikelola pemerintah yakni Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali, TKP Senopati, TKP Ngabean, TKP Sriwedani dan selatan Pasar Beringharjo.

“Lokasi parkir alternatif memang agak jauh dari kawasan Malioboro tapi masih tetap bisa dijangkau. Kami sudah berkoordinasi dengan pengelola parkir swasta itu untuk parkir alternatif,” paparnya.

Parkir alternatif itu juga untuk mengatasi berkurangnya tempat parkir di kawasan Malioboro. Misalnya parkir eks bioskop Indra yang sudah tidak bisa untuk parkir karena telah dibangun untuk penataan sentra PKL. Selain itu tempat parkir Beskalan sedang dibangun Pemda DIY.

“Memang kendala kita TKP Beskalan masih proses pembangunan dan baru akan selesai akhir tahun. Tapi itu tidak terlalu banyak kapasitasnya, dulu maksimal 25 mobil di sana,” tutur Aziz.

Pihaknya mengimbau juru parker (jukir) agar tidak aji mumpung memanfaatkan momentum liburan untuk menerapkan parkir tak sesuai peraturan daerah. Kondisi itu bisa merusak citra Kota Yogyakarta. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan para jukir terkait ketaatan tarif parkir. Jika melanggarm akan dilakukan pembinan dan peringatan. “Kami akan lakukan pengecakan lapangan. Kalu terjadi pelanggaran tarif bisa dicabut surat tugasnya,” tegasnya.

Sebelumnya, Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengakui persoalan parkir di Kota Yogyakarta adalah terbatasnya kapasitas parkir. Hal itu perlu diantisipasi saat libur panjang Natal dan Tahun Baru karena jumlah kendaraan ke Yogyakarta akan meningkat.

“Kami juga meminta para wisatawan untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan aturan parkir. Kalau ada rambu larangan parkir ya jangan nekat parkir itu bisa mengganggu lalu lintas. Yang paling bahaya kalau lalu lintas padat dan kendaraan terkunci,” ucap Haryadi.

Pihaknya juga akan bersikap tegas terhdap pelanggaran parkir dan tarif parkif. Sanksi pelanggaran parkir telah diatur. Termasuk kepada pemilik kendaraan yang parkir sembarangan juga bisa dikenai sanksi tilang. (Tri)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Malam Ini Grand Final Miss Bantul 2018 Digelar di Pendapa Parasamya

GRAND final Miss Bantul 2018 akan digelar di Pendapa Parasamya Bantul, Minggu (16/12) malam. Satu dari 30 finalis Miss Bantul

Close