Struktur Konstruksi Jembatan Lempuyangan Masih Layak dan Kuat

Jembatan Lempuyangan kini bersih dari pot taman yang telah dibongkar untuk mengurangi beban statis jembatan. (MERAPI-TRI DARMIYATI )
Jembatan layang Lempuyangan saat malam hari. (MERAPI-TRI DARMIYATI )

GONDOKUSUMAN (MERAPI) – Strukur konstruksi Jembatan Lempuyangan Yogyakarta dari hasil kajian dinilai masih layak dan kuat. Hanya saja beban lalu lintas kendaraan yang tinggi bisa mempengaruhi usia jembatan. Apalagi jika rencana perlintasan kereta api sebidang di bawah Jembatan Lempuyangan direalisasikan.

“Hasil survei, saat ini struktur dan konstruksi Jembatan Lempuyangan masih layak dan kuat. Tapi perlu pemeliharaan rutin agar terjaga dan tidak mempercepat kerusakan,” kata Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti, Jumat (14/12).

Umi menyatakan, pemeliharan rutin Jembatan Lempuyangan sudah dilakukan tapi pemeliharaan ringan seperti pengecatan memperbaiki aspal jembatan. Pada tahun depan akan dilakukan pemeliharaan berat yakni mengganti pipa saluran air hujan atau <I>floor drain<P> jembatan. Pengganti pipa saluran air hujan jembatan itu penting untuk mengantisipasi potensi pemicu kerusakan jembatan.

“Kalau tidak diganti takutnya kerusakan bisa dipicu dari mulainya pipa-pipa bocor. Akibatnya air tidak terarah bisa merusakan besi konstruksi, cat dan struktur lainnya,” tambahnya.

Selain itu Dinas PUPKP Kota Yogyakarta memberikan perhatian pada beban lalu lintas di Jembatan Lempuyangan yang tinggi. Dia menjelaskan beban lalu lintas saat padat di Jembatan Lempuyangan kendaraan yang berhenti hampir memenuhi satu jembatan dari saat naik sampai turun jembatan. Namun beban lalu lintas kendaraan yang berhenti di jembatan masih satu arah atau satu lajur. Saat pagi hari beban lalu lintas di sisi barat jembatan atau kendaraan arah ke utara. Ketika sore beban lalu lintas di jembatan lajur timur atau kendaraan arah ke selatan.

“Beban lalu lintas yang sudah tinggi ini perlu dilakukan kajian manajeman lalu lintas, supaya tidak menambah beban statis jembatan. Karena seharusnya jembatan tidak untuk beban berhenti. Manajemen lalu lintas itu untuk mempertahakan usia jembatan,” terang Umi.

Untuk itu hasil kajian konstruksi jembatan juga akan dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta sebagai bahan evaluasi terkait kondisi lalu lintas di jembatan. Namun untuk usia Jembatan Lempuyangan dan beban yang diizinkan pihaknya belum dapat memastikan karena tidak memiliki data. Pasalnya saat serah terima jembatan yang dibangun sekitar 1988 atau 1989 oleh pemerintah pusat itu tidak disertai data konstruksi jembatan.

“Untuk beban maksimal yang diizinkan di jembatan berapa kami belum menemukan datanya. Itu yang kami kesulitan,” ujarnya.

Dia menyampaikan hasil kajian konstruksi Jembatan Lempuyangan itu juga akan digunakan sebagai salah satu pertimbangan penentuan rekayasa lalu lintas jika perlintasan sebidang kereta api di bawah jembatan ditutup. Dishub perlu membuat rekayasa manajemen lalu lintas jika perlintasan sebidang ditutup, lanjutnya, tapi beban lalu lintas tidak lebih dari saat ini.

“Kajian manajemen lalu lintas di Lempuyangan juga tidak dapat dipisahkan dengan lalu lintas di kawasan Malioboro. Saat Malioboro padat, kendaraan akan dibuang ke Kridosono dan itu mempengaruhi kondisi lalu lintas di Lempuyangan,” ujar Umi. (Tri)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-NOOR RIZKA Kedua tersangka pencurian dengan kekerasan dan perampasan bersenjata air soft gun diringkus Satreskrim Polresta Yogya.
PERAMPOKAN BERAWAL DARI KECELAKAAN-Mahasiswa Diberondong Tembakan, Rekening Dikuras

 YOGYA (MERAPI) - Dua residivis, FA (34) warga Karanganyar dan RDP (21) warga Yogya, harus mendekam di balik jeruji besi

Close