SOAL POTENSI PENABRAK CAH KLITIH JADI TERSANGKA-Praktisi: Biarkan Proses Hukum yang Buktikan

YOGYA (MERAPI)-Fenomena cah klitih di DIY kini semakin memprihatinkan. Perlawanan terhadap klitih terus dilakukan. Termasuk tindakan sopir pikup di Seyegan, Sleman, Nur Irawan (34) yang menabrak dua cah klitih hingga tewas setelah mobilnya dihantam pipa besi pekan lalu.
Sejumlah praktisi hukum angkat bicara. Mereka menilai, tindakan sang sopir pikup bisa dipicu oleh banyak hal. “Sebagai praktisi hukum, kami sendiri tak sependapat bila sopir itu menabrak cah klitih dengan sengaja. Tetapi mungkin ada pertimbangan lain dari korban,” ujar praktisi hukum yang juga Ketua DPC Peradi Gunungkidul, Suyanto Siregar SH kepada Merapi, Kamis (13/12).
Untuk itu, dia menyarankan segala bentuk perbuatan pidana, termasuk dengan alasan membela diri sendiri harus diserahkan kepada hukum. Dia pun tak bisa berkomentar banyak terkait kemungkinan sopir pikup itu dijadikan tersangka karena menabrak dua cah klitih hingga tewas. Menurut Suyanto, biarlah penegakan hukum dan pengadilan yang membuktikan apakah perbuatan sang sopir itu salah ataukah bisa dibenarkan. “Biar hukum berjalan apa adanya,” jelasnya.

Dalam suatu penanganan tindak pidana, ujar Suyanto, memang ada kewenangan penyidik menghentikan pemeriksaan dengan alasan demi kepentingan umum. Misalnya saja banyak simpati dari masyarakat. Sehingga polisi atau penyidik ketika hendak menghentikan kasus yang tengah ditangani harus jelas dasar dan alasan hukumnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, petugas Sat Reskrim Polres Sleman mulai menyidik kasus kecelakaan yang menewaskan dua cah klitih di depan Puskemas Seyegan, Sleman. Sopir pikup yang menabrak dua cah klitih itu, Nur Irawan mengaku tak sengaja menabrak kedua pelaku. Namun polisi menyebut Irawan bisa dijadikan tersangka.
Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap pengendara sopir mobil pikup Nur Irawan. Dalam pemeriksaan, Irawan mengaku tidak sengaja menabrak kedua cah klitih itu.

Sementara itu, simpati kepada Nur Irawan yang berani melawan cah klitih terus mengalir. Termasuk lewat rubrik SMS Suara Publik di Koran Merapi. “Buat mas Nor Irawan dan istri semoga lekas sembuh perjuangan anda melawan cah klithih sungguh luar biasa..saya salut,” ujar seorang pembaca. Pembaca lain juga menyatakan hal yang sama. “Salut salut 1000 % pada Nur Irawan yang telah berani menabrak cah klitih hingga tewas. Ayo warga Yogya yang lain ikuti apa yang dilakukan Nur Irawan untuk membasmi cah klitih,” katanya. (C-5)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
DUKUNG PROGRAM GANDENG GENDONG-Produk Kuliner UKM Dikurasi Koki Hotel

UMBULHARJO (MERAPI) - Produk-produk kuliner dari usaha kecil mikro (UKM) yang telah diberdayakan Pemkot Yogyakarta dikurasi atau dinilai oleh pelaku

Close