JAGA KESEHATAN SECARA ALAMI SAAT MUSIM PENGHUJAN (9-HABIS) – Petai Musuh Hipertensi dan Anemia

MERAPI-SULISTYANTO Labu mempunyai khasiat kesehatan.
MERAPI-SULISTYANTO
Labu mempunyai khasiat kesehatan.

PELUANG terserang gangguan kesehatan bisa terjadi kapan saja. Alangkah bijaksananya, jika kita mampu menjaga kesehatan sehingga terhindar dari gangguan kesehatan. Salah satu cara yang diterapkan, yakni menggunakan bahan-bahan natural alias secara alami.

Penggunaan bahan alami, misalnya memanfaatkan bagian dari tanaman berkhasiat. Seperti telah disebut Joko Santoso di Merapi sebelumnya, bagian dari tanaman lompong atau talas diyakini memiliki beberapa manfaat kesehatan. antara lain menggunakan musim penghujan, berbagai keluhan kesehatan berpeluang menyerang siapa saja.

“Tanaman talas atau lompong, tak hanya diambil umbinya. Bagian batangnya bisa disayur dan daunnya untuk buntil. Keduanya ketika rutin dikonsumsi akan berdampak bagus bagi kesehatan,” ungkap Joko, belum lama ini.

Manfaat kesehatannya, antara lain bisa membantu melawan kolesterol tinggi ataupun jahat. Bahkan bermanfaat sebagai antiseptik serta penangkal radikal bebas di dalam tubuh, sehingga ikut mendukung kebugaran ataupun kesehatan badan. Lompong pun diyakini memiliki antioksidan, bisa membantu menormalkan tekanan darah, bagus untuk kesehatan jantung maupun sistim pencernaan.

Sementara itu menurut rekan Joko, Arifin Budiarto, tanaman polong-polongan seperti petai diyakini juga memiliki khasiat kesehatan. Pemanfaatan petai antara lain untuk bidang kuliner maupun sekadar dijadikan lalapan. Ketika rutin dikonsumsi diharapkan bisa mampu memperoleh manfaat kesehatan, misalnya menjadi musuh anemia serta mampu meredam tekanan darah tinggi (hipertensi).

“Adanya kandungan kalium cukup tinggi serta rendah garam akan mampu membantu melawan tekanan darah tinggi,” tandasnya.

Sedangkan kandungan seratnya yang tinggi, antara lain mampu mempermudah/menormalkan kembali proses pencernaan atau menjadi musuh serangan sembelit. Selain itu saat terserang luka lambung, petai dapat digunakan sebagai makanan untuk merawat pencernaan, karena teksturnya yang lembut dan halus. Bahkan petai juga mampu menetralkan asam lambung dan mengurangi iritasi dengan melapisi permukaan dalam lambung.

MERAPI-SULISTANTO Arifin Budiarto.
MERAPI-SULISTANTO
Arifin Budiarto.

Bagi yang biasa terserang mabuk saat naik kendaraan, yakni dapat membuat milkshake petai yang dimaniskan dengan madu. Bahan alami ini akan membantu menenangkan perut dan dengan bantuan madu akan meningkatkan kadar gula darah yang rendah. Adapun tambahan susunya akan menenangkan dan kembali memperbaiki kadar cairan dalam tubuh. Lain lagi ketika mual pada pagi hari, maka perlu mengkonsumsi petai di antara jam makan, sehingga akan membantu mempertahankan kadar gula dan menghindari muntah.

“Selain petai, hasil pertanian seperti labu juga berkhasiat dengan cara memanfaatkan bagian daging buah labu,” tegasnya.

Jika digunakan sebagai musuh insomnia, caranya dapat dengan rutin minum jus labu dengan ditambah sedikit kombinasi minyak wijen. Bahkan segelas jus labu dapat menjadi obat alami yang kampiun membantu mengatasi dehidrasi berlebihan ketika diare berat serta bisa menghindar kehilangan natrium pada badan. Tak kalah penting, seratnya yang tinggi baik juga baik untuk kesehatan jantung dan pencernaan. (Yan)

 

 

Read previous post:
Tak Seindah Angan-angan

SEMUA sepertinya tampak indah dan menyenangkan saat orang belum memiliki. Itulah yang membuat banyak orang bernafsu besar, tapi setelah apa

Close