Empat Pasar Tradisional Selesai Dibangun Siap Ditempati

Ilustrasi

SUKOHARJO (MERAPI) – Pedagang di empat pasar tradisional yang selesai dibangun dipastikan sudah mendapatkan sosialisasi dari petugas dan tinggal menunggu penempatan Desember ini. Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo sampai sekarang masih menunggu hari pelaksanaan peresmian dari bupati.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo, Selasa (11/12) memastikan bangunan pasar selesai 100 persen dan semua pedagang telah mendapatkan sosialisasi resmi dari petugas. Tahap selanjutnya tinggal peresmian dan penempatan pedagang saja dalam waktu dekat.

Empat pasar tradisional yang selesai dibangun yakni Pasar Plumbon di Kecamatan Mojolaban, Pasar Kepuh di Kecamatan Nguter, Pasar Purwo di Kecamatan Weru dan Pasar Daleman di Kecamatan Baki. Para pedagang di masing masing pasar tersebut dipastikan sudah mendapatkan sosialisasi dari petugas.

Pelaksanaan sosialisasi digelar secara bergantian sejak awal Desember lalu kepada semua pedagang di empat pasar tradisional. Kegiatan kali terakhir dilaksanakan di Pasar Kepuh, Nguter pada Senin (10/12) kemarin.

“Materi yang disampaikan dalam sosialisasi kepada pedagang sangat banyak seperti pemberitahuan pelaksanaan pembangunan selesai dan juga pembagian penempatan kios dan los pada pedagang. Selain itu juga berkaitan dengan pelaksanaan boyongan dan penempatan kios dan los oleh pedagang,” ujar Sutarmo.

Para pedagang di empat pasar tradisional tersebut dipastikan semuanya sudah mendapatkan tempat baik berupa kios dan los. Penempatan disesuaikan dengan kondisi sebelum saat pasar dibangun.

Pemkab Sukoharjo sendiri membangun empat pasar tradisional dengan jumlah kios dan los sesuai bangunan lama. Artinya tidak ada penambahan ataupun pengurangan sedikitpun sesuai dengan kondisi sebelumnya. Dengan demikian maka pedagang tidak perlu khawatir tidak mendapatkan jatah tempat berdagang.

Sutarmo mengatakan, pembangunan empat pasar tradisional tersebut dipastikan sudah selesai semua. Bahkan penyelesaian pembangunan dilakukan sebelum batas akhir kontrak kerja.

Keberhasilan penyelesaian pembangunan membuat Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo lega. Sebab target pembangunan selesai maksimal sesuai kontrak kerja dapat tercapai dan direalisasikan oleh rekanan.

Selama proses pembangunan empat pasar Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo sudah melakukan pengawasan ketat. Setiap hari dilakukan pemantauan langsung ke lapangan untuk melihat perkembangan pelaksanaan pembangunan.

Hasil pembangunan yang terpantau setiap hari membuat proses pengerjaan menjadi lebih mudah dalam pelaksanaan sesuai rencana kerja. Termasuk juga menangani apabila ditemukan masalah.

Meski posisi sekarang proses pembangunan empat pasar telah selesai namun Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo masih akan melihat kesiapan bangunan dan teknis lainnya. Termasuk pula berkaitan dengan proses serahterima dari rekanan ke Pemkab Sukoharjo.

“Proses pembangunan empat pasar tradisional sudah selesai semua 100 persen. Tapi masih akan dilakukan pengecekan fisik bangunan dan serahterima. Tahap akhir baru penempatan dan maksimal paling lambat Desember nanti,” lanjutnya.

Lurah Pasar Jamu Nguter dan Pasar Kepuh Nguter Widadi Nugroho mengatakan, pihak pengelola pasar sudah melakukan sosialisasi kepada para pedagang. Tahap selanjutnya tinggal peresmian oleh bupati dan penempatan pedagang.

Untuk penempatan pedagang pihak pengelola pasar menerapkan sistem zonasi atau sesuai jenis barang dagang. Aturan tersebut sudah disepakati bersama oleh dinas dan semua pedagang. Hal itu juga telah disampaikan petugas saat diselenggarakan sosialisasi.

“Sistem zonasi telah disampaikan petugas kepada para pedagang sebelum dilaksanakan pembangunan. Sekarang pembangunan pasar telah selesai dan kembali disampaikan soal penempatan pedagang sesuai zonasi,” ujarnya. (Mam)

Read previous post:
MERAPI-HUMAS POLSEK SEYEGAN Polisi melakukan olah TKP sesaat setelah kejadian dua cah klitih tewas
SOPIR TERANCAM HUKUMAN 12 TAHUN-Penabrak Cah Klitih Bisa Tersangka

DEPOK (MERAPI)- Petugas Sat Reskrim Polres Sleman mulai menyidik kasus kecelakaan yang menewaskan dua cah klitih di depan Puskemas Seyegan,

Close