LIGA SUPER SLEMAN SEMBADA – 10 Tim Mulai Bertarung

 

Perwakilan Pesat Tempel menyerahkan piala bergilir ke PSSI Sleman yang diwakili Wahyudi Kurniawan. (MERAPI-SWADESTA ARIA WASESA)
Perwakilan Pesat Tempel menyerahkan piala bergilir ke PSSI Sleman yang diwakili Wahyudi Kurniawan. (MERAPI-SWADESTA ARIA WASESA)

SLEMAN (MERAPI) – Sebanyak 10 tim mulai bertarung di Liga Super PSSI Sleman Sembada sejak Selasa (11/12). Mereka adalah juara bertahan Pesat Tempel, Persak Kentungan, PS CMB Berbah, KKK Klajuran, TGP, Godean Putra, dan empat pendatang baru, PS PIM, PS BSA, Panji Putra, dan PSST. Ketua Umum (Ketum) Askab PSSI Sleman, Wahyudi Kurniawan, membuka gelaran Liga Super 2018/2019 ditandai penyerahan bola kepada wasit yang memimpin pertandingan pembuka antara Pesat Tempel melawan CMB di Lapangan Banyuraden. Sebelum penyerahan bola terlebih dulu pihak Pesat menyerahkan piala bergilir kepada PSSI Sleman.

Wahyudi Kurniawan berharap setiap tim peserta Liga Super mampu bertanding dengan sportif sekaligus memberikan hiburan pada masyarakat Sleman yang sudah lama menunggu bergulirnya Liga Super Sleman Sembada. Ia juga berharap agar Liga Super ini bisa menjadi batu loncatan para pemain naik level. “Saya berharap dengan adanya Liga Super ini bisa menjadi kawah candradimuka bagi pemain amatif menuju level profesional,” kata Wahyudi Kurniawan usai penyerahan bola.

Selain Pesat melawan CMB, pekan perdana Liga Super kemarin juga mempertandingkan BSA melawan Godean Putra di Lapangan Minomartani. BSA menang tiga gol tanpa balas atas Godean Putra. Menutup babak pertama dengan keunggulan satu gol melalui Suparno, BSA harus bermain dengan 10 orang sejak babak kedua setelah Mustokin mendapat kartu kuning kedua. Namun situasi ini tidak bisa dimanfaatkan Godean Putra. Alih-alih mencetak gol, Godean Putra malah kebobolan dua gol, masing-masing melalui Dimas Adik K menit 64 dan menit 92 oleh Hartanto. Skor tidak berubah hingga akhir pertandingan.

Sedangkan Pesat Tempel harus puas mendapat satu poin usai ditahan tanpa gol CMB. Laga sendiri berjalan panas. Wasit senior Sukri Wiyanto harus mengeluarkan delapan kartu kuning yang terbagi rata untuk dua tim. Kedua tim sama-sama punya peluang emas selama pertandingan namun selalu gagal menghasilkan gol. Hingga Sukri meniup peluit panjang, skor tidak berubah. (Des)

Read previous post:
Kulonprogo Siapkan SIM PendekarKu

WATES (MERAPI) - Pemkab Kulonprogo melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setempat akan meluncurkan aplikasi baru bernama SIM PendekarKu,

Close