Ungkap 23 Kasus Curanmor, Polda DIY Tangkap 29 Tersangka

MERAPI-SAMENTO SIHONO Tersangka beserta barang bukti saat digelandang ke Polda DIY
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Tersangka beserta barang bukti saat digelandang ke Polda DIY

DEPOK (MERAPI)- Jajaran Polda DIY berhasil mengungkap 23 kasus pencurian kendaraan bermotor selama operasi Curanmor Progo yang digelar 16-29 November. Dari jumlah kasus tersebut, petugas berhasil mengamankan 29 orang tersangka.
Sedangkan barang bukti yang disita sebanyak 23 kendaraan bermotor roda dua dan roda empat. Target pengungkapan 23 kasus di Yogya dalam operasi ini pun terpenuhi 100 persen.
“Dari hasil pengembangan, kita pastikan para tersangka merupakan anggota sindikat yang sering beraksi di wilayah Yogyakarta. Terdapat 6 kelompok sindikat yang kita ungkap,” kata Dirreskrimum Polda DI Yogyakarta Kombes Hadi Utomo kepada wartawan, Selasa (11/12).
Menurut Hadi, meski tahun ini target operasi Curanmor Progo dinaikan, namun anggotanya mampu memenuhi. Dari lima kabupaten/kota, Sleman masih menduduki peringkat pertama sebagai daerah rawan curanmor di DI Yogyakarta.

“Modus pencurian yang digunakan masih sama. Menggunakan kunci T dengan sasaran kendaraan yang diparkir sembarangan. Karena itu kita meminta masyarakat agar berhati-hati dan menambah kunci tambahan,” katanya.
Salah satu kasus menonjol berhasil diungkap aparat Polres Gunungkidul. Yakni dengan menangkap sindikat pencuri dump truk antarpulau yang terjadi awal tahun lalu. Enam pelaku berhasil ditangkap petugas Sat Reskrim Gunungkidul.
Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Rico Sanjaya mengatakan, aksi pencurian tersebut terjadi pada bulan Februari 2018. Saat itu pelaku mengambil dump truk AD 1497 HJ milik Asep Triyanto warga Sambirejo, Ngawen, Gunungkidul.
Dari penyelidikan, didapatkan informasi bahwa pelaku pencurian yang berinisial SR sebagai otak pencurian dari Kediri sedang mengantar truk dari Jakarta ke Bali. Pelaku kemudian ditangkap di Genteng, Banyuwangi pada 28 November 2018.

Setelah dilakukan pengembangan, dump truk tersebut dijual ke Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah seharga Rp 70 juta. Kepolisian juga menangkap lima anggota lainnya yang merupakan komplotan curanmor truk lintas provinsi.
“Saat beraksi mereka saling berbagi tugas, ada yang melakan pengawasan, pemitik dan mendorong truk hingga sampai kondisi aman. Kendaraan dijual ke Singkawang karena daerah sana masih sepi,” pungkasnya.
Keseluruhan pelaku akan dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Kini tersangka yang ditangkap harus mendekam di sel tahanan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. (Shn)

Read previous post:
NYALAKAN FLARE SAAT FINAL LIGA 2 – PSS Dihukum 2 Laga Tanpa Penonton

  JAKARTA (MERAPI) - Juara Liga 2 2018, PSS Sleman harus menjalani sanksi dua kali laga kandang tanpa penonton saat

Close