Relawan PMI Sleman Dibekali Pertolongan Laka Air

MERAPI-ISTIMEWA Relawan PMI Sleman berlatih menolong korban laka air menggunakan perahu.
MERAPI-ISTIMEWA
Relawan PMI Sleman berlatih menolong korban laka air menggunakan perahu.

SLEMAN (MERAPI) – Menghadapi musim penghujan, PMI Cabang Sleman membekali relawannya agar tangguh dan cekatan dalam menolong apabila terjadi bencana banjir. Pelatihan dilaksanakan di sungai Elo Kabupaten Magelang, Sabtu (8/12). Ketua PMI Sleman DR dr Sunartono M.Kes ketika dikonfirmasi, Minggu (9/12) menjelaskan, memasuki musim penghujan, di Sleman rawan terjadi berbagai jenis bencana. Salah satunya bencana banjir di berbagai sungai maupun embung yang ada di Sleman. Mengingat bencana banjir tersebut sering membawa korban jiwa, PMI Sleman menggelar pelatihan pertolongan pertama kepada relawan dalam menangani korban kecelakaan air.

“Kami berharap, bila sewaktu-waktu ada kecelakaan di air, para relawan PMI Sleman bisa menolong korban dengan cepat dan tepat,” ungkapnya.

Disampaikan Sunartono, pelatihan pertolongan pertama kecelakaan di air yang dilakukan para relawan PMI Sleman diawali olahraga peregangan otot dengan harapan seluruh organ tubuh menjadi lemas dan tidak mudah terkilir atau kram ketika berada di sungai. Untuk itu, peserta dalam pelatihan tersebut adalah relawan yang memiliki kemampuan berenang.

Pembekalan dengan instruktur Antok, beberapa materi diberikan kepada para peserta pelatihan tidak hanya teori. Tetapi mereka juga dilatih cara mendayung, mengendalikan perahu pada arus deras maupun arus tenang, cara menyelam dan mengangkat korban kecelakaan di air ke atas perahu.

Ditambakan, sebelum dilaksanakan pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan air, para relawan dipilih dengan diawali seleksi kemampuan berenang. Bagi relawan yang tidak memiliki kemampuan berenang, tidak diikutsertakan dalam pelatihan tersebut.

Diharapkan, usai mengikuti pelatihan, relawan telah siap untuk menolong korban dengan cepat dan tepat. Disamping itu memiliki kemampuan cara menolong korban laka air secara baik dan benar. Sehingga ketika melakukan perolongan pada korban tidak menimbulkan dampak yang lebih buruk, termasuk bagi si penolong.

Mengingat kemampuan menolong korban laka air merupakan suatu ketrampilan, Sunartono berharap, peserta pelatihan harus lebih rajin berlatih, baik secara pribadi maupun kelompok. Sehingga bila sewaktu-waktu terdapat korban laka air bisa menolong secara cepat dan tepat. (Awn)

 

Read previous post:
2 EWS LONGSOR RUSAK – Bukit Mongkrong Retak 40 M

WONOSARI (MERAPI) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul menyatakan, saat ini banyak terjadi kerusakan sejumlah peralatan alat peringatan dini

Close