JALANI REKONSTRUKSI, PELAKU UTAMA MENANGIS-Bocah 12 Tahun Ikut Jadi Tersangka Pembakaran Mayat

MERAPI-SUKRO RIYADI Tersangka memeragakan adegan rekonstruksi pembakaran mayat korban.
MERAPI-SUKRO RIYADI
Tersangka memeragakan adegan rekonstruksi pembakaran mayat korban.

BANTUL (MERAPI)- Kasus pembakaran mayat I Gede Suka Negara (52) asal Bali di Bumi Perkemahan Tunas Wirabakti Karanganyar Desa Gadingharjo Sanden Bantul direkontruksi, Kamis (6/12). Dalam reka ulang tersebut, tersangka yang merupakan pacar korban, Ny Nr (32) warga Umbulharjo Yogyakarta memperagakan sampai 30 adegan.
Sedang tersangka lainnya Jr yang juga anak Ny Nr tidak dibawa ke lokasi lantaran masih di bawah umur. Perannya digantikan anggota Reskrim Polres Bantul. Namun, polisi memastikan jika bocah berusia 12 tahun itu ikut jadi tersangka.
Ratusan warga ikut menyaksikan reka ulang tersebut dengan pengawalan Kapolsek Sanden AKP Riwanto serta dihadiri dari Kejaksaan Negeri Bantul, Rudi Dwi Prastyono SH. Sementara tersangka menangis histeris setelah rekonstruksi selesai. Tidak hanya itu, tersangka tidak sampai hati ketika memeragakan adegan menyulut korek api untuk membakar mayat korban.

Kaur Bin Ops Sat Reskrim Polres Bantul, Iptu Muji Suharjo SH mengatakan, penyidik memang tidak membawa serta Jr karena masih di bawah umur. Namun Jr sudah pasti ditetapkan sebagai tersangka. “Tadi tersangka sudah melakukan adegan dari awal hingga akhir sampai 30 kali adegan kasus pembakaran tersebut,” ujar Muji. Dijelaskan, tindakan nekat tersangka yang juga teman dekat korban itu disebabkan lantaran dia tidak punya uang untuk mengkremasi sesuai dengan adat Bali. Bahkan setelah korban meninggal, tersangka browsing internet mencari informasi biaya melakukan kremasi. Namun dari internet tersebut biaya kremasi sangat mahal dan tidak mungkin terjangkau kemampuan ekonomi tersangka. “Karena sudah tidak mampu, akhirnya muncul niat melakukan kremasi sendiri dan akhirnya dibakar dengan bensin di Bumi Perkemahan Sanden,” jelasnya.

Rekonstruksi dimulai ketika tersangka dan anaknya tiba di bumi perkemahan Rabu (7/11) dinihari. Mereka membawa jenazah korban menggunakan motor, dari kos mereka di Umbulharjho, Yogya ke Bantul. Setelah itu, jenazah yang diletakkan di atas motor dibawa masuk ke area bumi perkemahan di sisi utara. Mayat korban yang melintang di atas jok motor diangkat kakinya sehingga jatuh ke tanah. “Peran tersangka memang sangat dominan dalam melakukan proses pembakaran itu, dari awal hingga akhir,” ujar Muji Suharjo. Setelah mayat korban terkapar di tanah, tersangka membawa motornya ke selatan mendekati jalan utama. Selang beberapa saat dia kembali lagi dengan membawa satu botol bensin. Kemudian tersangka menuangkan bensin mulai dari kepala dan disulut dengan korek api. Muji mengatakan, tersangka dijerat dengan pasal 170 dan 181 KUHP.

Seperti diberitakan, mayat korban ditemukan terbakar di Bumi Perkemahan Tunas Wirabakti Dusun Karanganyar, Gadingharjo, Sanden, Bantul. Dia tewas karena sakit yang diderita, kemudian mayatnya dibakar dengan dalih dikremasi oleh pacar korban, Ny Nr (32).
Pacar korban itu berhasil diamankan polisi, Kamis (8/11) pagi bersama anaknya, Jr (12). Mereka diketahui membawa mayat korban dari Tahunan, Umbulharjo, Yogya ke lokasi kejadian di Bantul sejauh kurang lebih 27 kilometer menggunakan sepedamotor.(Roy)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
PASCATALUT LONGSOR DI PRAWIRODIRJAN-Momentum Mundur Munggah Madep Kali

UMBULHARJO (MERAPI) - Pemerintah Kota Yogyakarta akan mengevaluasi pemukiman di bantaran sungai. Kejadian talut longsor seperti di bantaran Sungai Code

Close