IKUT DIJADIKAN TERSANGKA KORUPSI- Penjual Tanah Praperadilankan Kajati DIY

 

Kuasa pemohon, HA Muslim Murjiyanto saat memberi keterangan kepada wartawan usai sidang.(MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Kuasa pemohon, HA Muslim Murjiyanto saat memberi keterangan kepada wartawan usai sidang.(MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

YOGYA (MERAPI) – Nan Kumar mengajukan praperadilan terhadap Kepala Kejaksaan Tinggi

(Kejati) DIY ke Pengadilan Negeri (PN) Yogya, Kamis (7/12). Praperadilan diajukan setelah pemohon

dijadikan tersangka atas dugaan tidak pidana korupsi kredit BNI Griya yang diajukan Munesh Kumar

senilai Rp 16 miliar.

“Sidang pertama telah dilakukan dengan pembacaan permohonan. Setelah itu baru pada sidang

berikutnya termohon diberi kesempatan untuk mengajukan jawaban,” ujar kuasa hukum pemohon, HA

Muslim Murjiyanto SH MHum usai sidang.

Dalam permohonannya, pemohon sebelumnya tidak kenal siapapun kecuali Munesh Kumar karena keduanya

telah melakukan perikatan jual beli tanah dan bangunan SHM No 2768/Condong Catur pada 29 Agustus

1991 seluas 900 m2. Dalam perikatan itu pemohon sebagai seorang penjual dan Munesh Kumar sebagai

pembeli dengan harga jual Rp 16 miliar. Apabila Munesh dalam kurun waktu 30 hari tidak dapat

membayar lunas maka bersedia memberi kompensasi 1 % tiap bulan sebesar Rp 160 juta.

Tetapi Munesh hanya dapat membayar kompensasi selama lima bulan dan selebihnya tak bisa membayar

kompensasi maupun nilai harga jual tanah Rp 16 miliar. Untuk itu pada 23 Oktober 2014 Munesh

meminta pemohon menyerahkan atau menitipkan sertifikat kepada Notaris Muhammad Firdaus Ibnu

Pamungkas SH.

Keesokan harinya, pemohon diminta datang ke Bank BNI Bundaran UGM di mana ada Munesh dan istri

bersama notaris serta Pimpinan BNI Yogyakarta. Saat itu pemohon menanyakan kepada Munesh uang

pembelian ruko miliknya dan dijawab pihak BNI uang akan dibayar melalui fasilitas kredit yang

diajukan Munesh.

Setelah itu pemohon diminta tanda tangan surat pernyataan tetapi awalnya menolak karena dalam

poin 2 pemohon telah menerima uang muka atau DP sebesar Rp 5 miliar. Setelah diperiksa pemohon,

uang pembayaran tanah sebesar Rp 16 miliar telah diterima utuh ke rekening pemohon. Sementara

Munesh sendiri menandatangani surat pernyataan kalau dirinya tak pernah membayar uang muka Rp 5

miliar.

Setelah transaksi perikatan jual beli selesai, pemohon meminjamkan uang Rp 3,65 miliar di Bank

BNI Yogya dan Rp 350 juta di Bank Panin kepada Munesh. Sehingga menurut hukum hal itu sebagai

perbuatan hukum perdata, karena sesuai perikatan jual beli tanah memuat kesepakatan pemohon akan

meminjamkan uang Rp 4 miliar kepada Munesh.

Selanjutnya pada 13 Juli 2016 pemohon dipanggil Polda DIY dimintai klarifikasi terjadinya tindak

pidana perbankan atas persetujuan kredit Bank BNI kepada debitur Munesh tetapi sampai saat ini

tak ada kelanjutannya. Selain itu pemohon dipanggil Kejati sebagai saksi untuk tersangka Munesh

Kumar. Tetapi pada 22 Oktober 2018 pemohon juga ditetapkan tersangka oleh termohon.

Termohon menetapkan tersangka atas diri pemohon dalam dugaan tindak pidana korupsi pemberian

fasilitas kredit BNI Griya untuk pembelian ruko atas nama debitur Munesh Kumar. Untuk itu pemohon

sebagai pihak ketiga tak tahu menahu mengenai fasilitas kredit BNI Griya dan mempertanyakan dua

alat bukti termohon yang digunakan untuk menetapkan pemohon sebagai tersangka. (C-5)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
KARTUN 6 Desember 2018

Close