PENIPU CARI MANGSA DI MEDIA SOSIAL-Kapolsek: Jangan Mudah Tergoda Ketampanan

MERAPI-SAMENTO SIHONO Pelaku penipuan saat digelandang ke Mapolsek Depok Barat
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Pelaku penipuan saat digelandang ke Mapolsek Depok Barat

DEPOK (MERAPI)- Kasus ini menjadi peringatan bagi wanita yang sering mencari teman di media sosial. Di Caturtunggal, Depok, Sleman, seorang wanita, Laili Nurul Istiqomah (26) warga Bolarejo, Kebumen ditipu teman prianya yang baru dikenal di media sosial. Dengan modal ketampanan, pelaku mengelabui korban kemudian menggasak motor serta sejumlah barang dengan total kerugian Rp 25 juta.
Tak lama setelah melapor polisi, pelaku yang diketahui berinisial AK (30) warga Semarang berhasil dibekuk polisi. Hingga Rabu (5/12), pelaku sudah mendekam di sel tahanan Polsek Depok Barat guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Kita amankan pelaku di rumah kosnya yang berada di Magelang. Saat kita tangkap, pelaku langsung mengakui perbuatannya,” beber Kapolsek Depok Barat Kompol Sukirin Hariyanto.

Menurut Sukirin, peristiwa itu bermula saat korban bersama pelaku berkenalan melalui media sosial pada akhir September lalu. Usai perkenalan itu, keduanya lantas selalu intens melakukan komunikasi melalui WhatsApp.
Setelah melakukan komunikasi, keduanya pun sepakat untuk bertemu dan menginap di hotel Brother Inn yang berada di Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman pada 15 Oktober lalu. Jelang dini hari, keduanya keluar hotel untuk mencari makan.
Mereka lantas pergi ke rumah makan di Kledokan menggunakan sepeda motor Suzuki Spin AA 6672 HM milik korban. Setelah sampai ke rumah makan, pelaku kemudian meminjam sepeda motor korban dengan dalih ingin mengambil uang di ATM.
Tanpa menaruh curiga, korban hanya menuruti saja permintaan pelaku tersebut. Namun setelah sekian lama ditunggu, pelaku tak kunjung datang. Korban mencoba menghubungi pelaku, namun nomor handphone sudah tidak aktif.

Usai berhasil membawa motor korban, pelaku yang membawa kunci kotel kembali lagi ke hotel untuk mengambil barang berharga milik korban yakni handpone merk I Phone, Samsung Grang Prime, Laptop, jam tangan dan Sepeda motor.
Korban yang mulai curiga dengan ulah pelaku kemudian melaporkan ke Polsek Depok Barat. Dari laporan itu, petugas kemudian mulai melakukan penyelidikan. Setelah diburu sebulan lebih, pelaku berhasil diamankan di Magelang.
“Barang milik korban yang dibawa pelaku masih utuh. Hanya saja laptop sudah dijual Rp 2 juta untuk bayar kontrakan rumah di Magelang,” ujarnya.
Menurut Sukiri, korban dan pelaku baru tiga minggu kenalan melalui media sosial. “Korban ini mungkin ketipu dengan bujuk rayu pelaku,” kata Sukirin.

Sementara itu pelaku AK mengaku datang ke Yogya awalnya untuk mencari pekerjaan. Awalnya ia tidak ada niat untuk mencuri barang korban, namun karena ada kesempatan dan terdesak kebutuhan ekonomi, pelaku lantas melancarkan aksinya.
“Awalnya tidak ada niat untuk mencuri, tapi karena terpaksa akhirnya saya ambil barang-barang korban. Laptop saya jual untuk kebutuhan sehari-hari dan kontrak rumah di Magelang,” kata AK.
Guna menghindari kejadian serupa, Sukirin mengimbau pada masyarakat, khususnya perempuan untuk selalu waspada saat berkenalan melalui media sosial. Jangan mudah terkena bujuk rayu laki-laki yang belum begitu dikenal.
“Kasus seperti ini juga bisa menimpa orang laki-laki, untuk itu jangan mudah tergoda bujuk rayu, apalagi modal ketampanan dan bujuk rayu, karena penipuan bisa menimpa siapa saja,” imbaunya.
Akibat perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara. (Shn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Penyandang Disabilitas Bisa Akses Jamkesus di Autis Center

SENTOLO (MERAPI) - Pemkab Kulonprogo memusatkan layanan Jaminan Kesehatan Khusus (Jamkesus) Disabilitas Terpadu untuk para penyandang disabilitas area Sentolo di

Close