Pantai Penuh Sampah, Penyu Langka Tak Bisa Bertelur

MERAPI-AMIN KUNTARI Sampah berserakan di Pantai Trisik.
MERAPI-AMIN KUNTARI
Sampah berserakan di Pantai Trisik.

GALUR (MERAPI) – Memasuki musim penghujan, Pantai Trisik di Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kulonprogo mulai dipenuhi sampah yang berserakan, Selasa (4/12). Tumpukan sampah ini tidak hanya merusak keindahan pantai, namun juga mengganggu ekosistem laut karena menghalangi penyu yang akan mendarat untuk bertelur.
Berbagai jenis sampah mulai dari plastik, kayu, ranting pohon, stereofoam hingga karet yang berserakan di Pantai Trisik sebelumnya mengalir di Sungai Progo. Sampah-sampah ini terbawa aliran air hingga ke Pantai Trisik setelah wilayah Kulonprogo diguyur hujan.
“Sampah berserakan di sepanjang pantai. Ini sangat mengganggu pemandangan, terutama bagi kami yang berlibur ke sini,” kata salah satu wisatawan Pantai Trisik, Nana Endi.

Senada dengan Nana, wisatawan lain yang juga berlibur ke Pantai Trisik, Yuliana, merasa tidak nyaman dengan banyaknya sampah di tepi pantai. Ia pun enggan berlama-lama di objek wisata tersebut karena tidak bisa menikmati pemandangan dengan nyaman. “Jadi tidak betah karena kotor,” ujarnya.
Baik Nana maupun Yuliana berharap, persoalan sampah ini bisa segera diatasi. Sebab jika tidak, akan menurunkan jumlah kunjungan wisatawan karena tidak nyaman berada di Pantai Trisik.

“Masyarakat juga jangan membuang sampah sembarangan,” tegas keduanya.
Selain merusak pemandangan, tumpukan sampah di tepi Pantai Trisik juga mengganggu ekosistem laut. Salah satunya adalah Penyu Lekang yang saat ini sudah mulai langka.
Ketua Konservasi Penyu Abadi, Pantai Trisik, Joko Samudro menyampaikan, tumpukan sampah mengganggu perkembangbiakan penyu lekang. Sampah-sampah ini menghalangi penyu saat akan mendarat.

“Padahal penyu-penyu itu mendarat untuk bertelur, tapi tidak bisa karena terhalang sampah,” ujarnya.
Sementara sampah yang sudah terlanjur hanyut ke laut juga mengkhawatirkan karena bisa dimakan ikan-ikan. Sampah plastik yang masuk ke dalam perut ikan tidak bisa dicerna sehingga menyebabkan ikan sakit atau bahkan mati.
“Dari tahun ke tahun, setiap awal musim penghujan selalu seperti ini. Kami berharap masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke sungai,” kata Joko. (Unt)

Read previous post:
MERAPI-SWADESTA ARIA WASESA Christian Gonzales merayakan gol keduanya bersama para pemain PSS.
PSS TOREHKAN SEJARAH-Lengkapi Promosi Liga 1 dengan Gelar Juara

CIBINONG (MERAPI)-PSS Sleman sukses meraih gelar juara Liga 2 Indonesia setelah menaklukkan Semen Padang 2-0 di partai puncak yang digelar

Close