Kecewa Digaji Rendah, Bobol Rumah Majikan

MERAPI-SAMENTO SIHONO Kompol Haryanta saat mengintrogasi kedua pelaku pencurian
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Kompol Haryanta saat mengintrogasi kedua pelaku pencurian

PAKEM (MERAPI)- Sakit hati lantaran digaji sedikit, BG (18) warga Dukuhsari, Kaliangkrik, Magelang nekat membobol rumah mantan majikannya, Restu Yudi warga Pakem, Sleman. Tak lama setelah aksinya itu, pelaku berhasil dibekuk polisi.
Seorang temannya yang ikut mencuri, yakni SW (21) juga ditangkap polisi. Akibat kejadian itu, korban Restu Yudi mengalami kerugian hingga Rp 4 juta.
Kapolsek Pakem Kompol Haryanta didampingi Kanit Reskrim AKP Nasirudin kepada wartawan, Selasa (4/12) mengatakan, kedua pelaku dibekuk di rumah mereka di Dukuhsari Kaliangkrik Magelang. Polisi juga menyita sepeda motor, handphone, sepatu, STNK dan kaos sebagai barang bukti.
“Motif pencurian itu karena pelaku sakit hati sering disuruh-suruh korban di luar jam kerja. Tiap bulan korban digaji Rp 800 ribu,” ujar Kompol Haryanta.
Menurut Haryanta, pencurian tersebut dilakukan dua pekan setelah pelaku keluar bekerja di rumah makan milik korban. Dijelaskan Haryanta, pencurian itu bermula saat kedua pelaku datang ke lokasi kejadian dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat AB 6386 FU. Setelah sampai di lokasi, kedua pelaku kemudian memarkirkan motor tak jauh dari rumah korban.
Pelaku kemudian berjalan menuju rumah korban, dan langsung masuk dengan memanjat tembok bagian belakang. Saat berada di dalam, keduanya lantas masuk dalam kamar korban yang tidak dikunci. Di dalam kamar, mereka menguras barang berharga seperti HP dan uang.

“Pelaku ini sudah tahu kondisi warung yang juga digunakan untuk tempat tinggal, sehingga mereka bisa leluasa masuk. Termasuk cara masuk ke dalam kamar, kalau tidak diangkat sedikit, mereka tahu pintu akan berbunyi saat dibuka,” tandasnya.
Setelah mendapat barang yang diinginkan, pelaku kemudian meninggalkan lokasi kejadian dan kembali ke Magelang. Barang curian langsung digunakan untuk membeli sepatu dan kaos, sedangkan barang lainnya belum sempat dijual.
“Kita temukan barang bukti di rumah pelaku. Saat kita lakukan penangkapan, pelaku langsung mengakui perbuatannya,” tandasnya.

Sementara itu AKP Nasirudin menambahkan, pencurian tersebut direncanakan oleh kedua pelaku, namun atas inisiatif SW. Keduanya jengkel karena BG hanya digaji kecil selama bekerja di rumah makan milik korban.
“Awalnya BG cerita sama SW, karena emosi SW kemudian mengajak BG untuk memberi pelajaran korban dengan cara mencuri,” katanya.
Sementara itu BG mengaku nekat mencuri karena sakit hati pada korban yang sering menyuruh-nyuruh padahal hanya mengaji kecil. “Saya digaji kecil, tapi sering disuruh-suruh, kemudian saya keluar,” jelasnya.
Akibat perbuatan itu, keduanya kini harus mendekam di sel tahanan Polsek Pakem. Mereka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberat, dengan ancaman 7 tahun penjara. (Shn)

Read previous post:
MERAPI-SUKRO RIYADI Kapolres Bantul AKBP Sahat Marisi Hasibuan memberikan penghargaan kepada Aiptu Nurwandi.
Gerak Cepat Ungkap Kasus, 15 Anggota Reskrim Terima Penghargaan

BANTUL (MERAPI)- Polres Bantul memberikan penghargaan kepada 15 anggota Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) atas kegigihannya membongkar kasus pembakaran mayat

Close