Walikota Wacanakan Diskon Sembako Pasar Tradisional

Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti saat memberikan motivasi terkait peningkatan SDM perindustrian dan perdagangan. (MERAPI-TRI DARMIYATI)

DANUREJAN (MERAPI) – Pemerintah Kota Yogyakarta mewacanakan adanya potongan harga atau diskon kebutuhan pokok di pasar tradisional. Kecenderungan kenaikan harga biasanya terjadi menjelang hari raya karena tingginya permintaan masyarakat.

“Ubah <I>mindset<P> masyarakat kalau harga kebutuhan pokok semua naik saat jelang hari raya. Pasar tradisional bikin diskon produk untuk pembelian tertentu. Misalnya beli dalam jumlah besar,” kata Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti saat workshop peningkatan sumber daya manusia di aula Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta, Selasa (4/12).

Dia mencontohkan program di pusat perbelanjaan modern seperti mal biasanya juga mengadakan program diskon menjelang hari raya untuk menarik konsumen. Tapi tidak semua produk di mal mendapatkan potongan harga. Diharapkan pasar tradisional juga dapat membuat program menarik seperti diskon pada komoditas tertentu dengan jumlah pembelian banyak.

“Saat jelang hari raya harga kebutuhan naik, pasar bikin diskon, itu sesuatu yang beda. Pemkot siap bantu,” ujarnya.

Menurutnya, di era revolusi industri generasi 4.0, sumber daya manusia dan pengelolaan pasar tradisional juga harus berbenah. Apalagi pengguna internet setiap tahun terus meningkat. Tahun 2017, lanjutnya, jumlah pengguna internet mencapai 143,26 juta atau 54,68 persen dari populasi. Sedangkan pemanfaatan internet di antaranya untuk mencari harga 45,14 persen, informasi pembelian 37,82 persen, belanja online 32,19 persen, jualan online 16,83 persen.

“Yang paling tinggi pemanfaatan internet untuk mencari harga. Orang kalau mau membeli sesuatu mencari referensi dan perbandingan harga dulu. Makanya semua produk harus bisa dicari internet. Jenis-jenis produk pasar apa yang bisa masuk di internet, seperti berapa harga cabai,” terang Haryadi.

Menurutnya, inovasi dan kreativitas dalam perdagangan dan perindustrian penting untuk menghadap revolusi industri 4.0. Kota Yogyakarta, paparnya, juga akan berkembang dan berubah dengan penatan Malioboro semi pedestrian, penatan pedestrian Jalan Suroto dan tahun depan penataan Pasar Prawirotaman.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta Maryustion Tonang mengatakan, diskon produk pasar tradisional yang diwacanakan merupakan hal yang positif. Tapi untuk realisasi perlu memetakan kekuatan, kelemahan dan hambatannya. Diakuinya dinasa tidak ada anggaran untuk itu, namun dapat kerja sama dengan pihak terkait.

“Tapi juga tidak semua produk di pasar tradisional didiskon. Misalnya untuk komoditas tertentu seperti beras bisa kerja sama dengan Bulog, sehingga harganya lebih murah,” tambah Tion.

Terkait industri kecil menghadapi revolusi industri 4.0, dia menyampaikan selama ini dilakukan pembinaan dan pendampingan. Misalnya peningkatan kapasitas dengan pelatihan penjualan produk secara online memanfaatkan teknologi internet. (Tri)

Read previous post:
Prajurit Kodim Yogya Laksanakan Lari Aerobik

DANDIM 0734/Yogyakarta Lertkol Inf Bram Pramudia, Selasa (4/12) memberikan jam komandan, usai pelaksanaan lari aerobik di lapangan apel Makodim setempat.

Close