Petugas Gabungan Copot APK Melanggar

MERAPI-ATIEK WIDYASTUTI H Petugas Satpol PP menata APK yang melanggar.
MERAPI-ATIEK WIDYASTUTI H
Petugas Satpol PP menata APK yang melanggar.

SLEMAN (MERAPI) – Tim gabungan mencopot paksa puluhan Alat Peraga Kampanye (APK) yang melanggar, Senin (3/12). Pencopotan dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) atas rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Hari pertama ada tiga lokasi yang disasar. Kecamatan Gamping, Sleman dan Turi. Beberapa APK yang dicopot mulai dari baliho, spanduk dan bendera. Semua APK langsung di bawa ke kantor Satpol PP.

Sebelum ditertibkan, Bawaslu sudah memberikan surat kepada masing-masing peserta Pemilu. Mereka dipersilahkan untuk menurunkan sendiri. Sebagian memang sudah ditertibkan. Namun sebagian besar dibiarkan, sehingga petugas mencopot paksa.

“Untuk titik penertiban, semua atas rekomendasi Bawaslu. Jadi, kami hanya eksekutor saja,” ungkap Kasi Operasi Bidang Trantip Satpol PP Sleman Sri Madu.

Semua APK dibawa ke Kantor Satpol PP. Bagi peserta Pemilu atau caleg yang ingin mengambil APK dipersilahkan. Namun, harus membawa surat rekomendasi dari Bawaslu. “Tanpa rekomendasi tidak kami layani,” ungkapnya.

Ketua Bawaslu Sleman Karim Mustofa mengungkapkan, semua APK yang akan ditertibkan terbukti sudah Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 27/2018 Tentang APK. Pelanggarannya beragam. Ada cara pemasangan yang salah, hingga lokasi. Seperti di pohon atau tiang listrik.

“Penertiban akan dilakukan selama tiga hari, hingga Rabu (5/11) besok. Hari pertama ada di tiga kecamatan. Untuk kecamatan yang lain, akan ditertibkan pada hari berikutnya,” ujarnya. (Awh)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Difabel Sukoharjo Minta Pemerintah dan Swasta Bersinergi

SUKOHARJO (MERAPI) - Butuh kesadaran dan kerjasama antara pemerintah dengan swasta dalam menunjukan kepedulian terhadap difabel. Sebab dari sisi program

Close