JALUR GANDA MAKAN KORBAN-Pulang Belanja Tewas Disambar Kereta Api

GAMPING (MERAPI)- Seorang ibu rumah tangga, Ratna Kusni Agutiyah (51) warga Kaliabu, Banyuraden, Gamping, Sleman tewas setelah disambar kereta api Joglosemarkerto di perlintasan kereta dekat rumahnya, Senin (3/12) pagi. Korban tewas setelah tak menyadari ada kereta melintas saat berusaha menyeberang di jalur ganda usai berbelanja.
“Banyak tetangga yang kaget mendengar suara keras di bantalan rel. Ternyata setelah dicek ada orang yang tertabrak kereta,” kata Kapolsek Gamping Kompol Hendri Murti kepada wartawan kemarin.
Menurut Hendri, peristiwa itu bermula saat korban yang rumahnya persis di sebelah selatan rel berbelanja di warung yang berada di utara rel. Setelah selesai berbelanja, korban bermaksud pulang dengan menyeberang rel dari arah utara ke arah selatan.
Saat hendak menyeberang itulah datang kereta api dari arah barat ke arah timur di jalur selatan. Saat itu dia menunggu kereta api melintas. Setelah kereta api dari barat melintas, selanjutnya korban langsung menyeberangi rel jalur utara.

Namun tanpa disadari, di jalur utara juga melintas kereta api Joglosemarkerto jurusan Yogyakarta- Jakarta dalam waktu bersamaan. Saat korban menyeberang itulah, tiba-tiba kereta Joglosemarkerto langsung menyambar korban hingga terseret beberapa meter. Korban pun langsung meninggal di lokasi kejadian.

“Dari hasil olah TKP, korban mengalami cidera berat pada bagian kepala. Setelah dilaksanakan pemeriksaan unit Identifikasi Polres Sleman, selanjutnya korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilaksanakan visum,” tandasnya.

Menanggapi kejadian ini, Kahumas Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto kepada Merapi mengatakan, selama ini sebagian masyarakat masih menganggap jalur kereta api merupakan lintas yang sepi, karena memang tidak banyak kendaraan yang lalu lalang seperti di jalan raya umumnya. Hal ini menyebabkan sebagian anggota masyarakat sering menganggap remeh dan kurang hati-hati serta lalai dan abai ketika melintasi menyeberang jalur kuda besi itu.

Bantuan kambing dari Dinsos Karanganyar diserahkan ke sasaran. (MERAPI-Abdul Alim)
Eko Budiyanto

“Biasanya karena dianggap jalur kereta selalu sepi, sehingga ketika menyeberang tidak tolah-toleh kiri kanan ketika akan menyeberang. Padahal jalur Solo-Kutoarjo itu jalur ganda. Justru ini harus lebih hati-hati,” tutur Eko.
Peristiwa yang acap kali terjadi selama ini dalam pandangan Eko, lebih disebabkan karena orang sering kurang sabar dan abai terhadap keselamatannya sendiri, ketika sedang melintas di rel kereta api. Baik di pelintasan yang sudah diberi palang pintu maupun di pelintasan yang tanpa palang pengaman. Akibat dari kelalaian itu jatuhlah korban. (Shn/Teguh)

Read previous post:
Bantuan Kambing bagi Penyandang Masalah Sosial

KARANGANYAR (MERAPI) - Sebanyak 18 eks pengidap penyakit kronis dan 30 penyandang masalah sosial di Karanganyar memperoleh masing-masing seekor kambing

Close