Cari Rumput di Ladang, Mbah Prapto Tewas Disengat Lebah

WONOSARI (MERAPI)– Teror serangan tawon kembali terjadi di Gunungkidul. Setelah pekan lalu menyerang belasan orang di Objek Wisata Gunung Api Purba, kali ini giliran seorang petani, Prapto Rejo (70) warga Dusun Kerjo, Ngestirejo, Tanjungsari, Gunungkidul jadi korban akhir pekan lalu. Ironisnya, korban tewas akibat serangan itu.
Korban yang merupakan seorang petani itu diserang kawanan tawon saat tengah berladang. Diduga ratusan ekor lebah yang menyerang korban merupakan jenis pelang (pelangi). Sebelum tewas, korban sempat mendapat perawatan medis di RSUD Wonosari, namun karena kondisinya terus memburuk, jiwanya tidak tertolong. “Korban pertama kali ditemukan saksi Suteng (40) sudah dalam keadaan pingsan dan lemas,” kata Kapolsek Tanjungsari, AKP Sapto Sudaryanto kepada wartawan, Minggu (2/11). Informasi yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, peristiwa berawal saat Prapto Rejo tengah melakukan aktivitas bertani di ladang miliknya di Dusun Karang Anon, Ngestirejo, Tanjungsari. Saat sedang bertani tersebut, tiba-tiba dia diserang sekelompok lebah yang jumlahnya mencapai ratusan ekor. Serangan yang mendadak itu membuat korban tidak mampu menghindar. Sialnya, kondisi lokasi yang sepi membuat korban yang sudah berusia lanjut ini terlambat mendapatkan pertolongan.

Beberapa saat usai disengat tawon, barulah saksi Suteng mendapati korban dalam kondisi lemas sehingga langsung dilaporkan polisi.
Menurut AKP Sapto, belum diketahui bagaimana asal mula hingga korban bisa diserang lebah. Dari keterangan pihak keluarga serta beberapa warga sekitar lokasi kejadian, sebelumnya korban pamit mencari rumput untuk pakan ternak sapi miliknya. Diduga korban merumput di sekitar kawanan tawon pelang ini bersarang. Karena habitatnya terganggu, kawanan lebah yang jumlahnya mencapai ratusan ekor tersebut menyerang dan menyengat korban. Karena tidak sempat menghindar dan menyelematkan diri, korban akhirnya pingsan dan dilarikan ke RSUD Wonosari.
“Hanya beberapa jam setelah mendapat pertolongan dokter, nyawa korban tidak tertolong,” terang AKP Sapto Sudaryanto.

Sebagaimana diketahui, tawon pelang termasuk jenis tawon pelangi dengan sarangnya berwarna-warni. Kawanan tawon ini berwarna kombinasi hitam dan kuning. Warga setempat menyebut sebagai tawon pelang yang dikenal memiliki racun atau bisa yang mematikan. Kawanan tawon pelangi ini hidup secara berkoloni dan berkembang biak dengan bersarang menggantung pada kayu atau batu.
Serangan tawon di Gunungkidul ini menjadi yang kesekian kalinya terjadi di Gunungkidul. Pekan lalu, kasus tak kalah menghebohkan terjadi di Objek Wisata Gunung Api Purba, di mana belasan wisatawan dan pengelola objek wisata diserang tawon jenis gung. Teror tawon itu berhenti setelah dikerahkan petugas pemadam kebakaran dan pawang tawon.(Pur)

Read previous post:
Harga Diri Seharga Nyawa

  KALAU sudah menyangkut harga diri, seseorang bisa berbuat apa saja, bahkan hingga nyawa melayang. Ini pula yang jadi latar

Close