Longsor di Ngargoyoso dan Karangpandan, Tiga Terluka Tertimpa Talud

Spread the love
Kondisi dinding jebol akibat longsor talud di Ngargoyoso. (Foto: Abdul Alim)
Kondisi dinding jebol akibat longsor talud di Ngargoyoso. (Foto: Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Tiga orang terluka ringan akibat tertimpa dinding rumah bercampur material talud pekarangan rumahnya di Dusun Sengon Rt 01/Rw IV Desa/Kecamatan Ngargoyoso, Selasa (27/11) pukul 18.00 WIB. Longsor talud juga menjebol bangunan MCK umum di Kandangmenjangan Rt 03/XI Desa/Kecamatan Karangpandan pada pukul 20.00 WIB.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Hendro Prayitno meyakini dua kejadian tersebut dipicu hujan di dua tempat tersebut.

“Di Ngargoyoso, dinding rumah Ngadino (30) jebol karena tertimpa prigi di atasnya berukuran panjang 17 meter tinggi 5 meter dan tebal 30 cm. Dinding itu berbatasan langsung ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi dan dapur,” katanya, Rabu (28/11).

Mewakili Kepala Pelaksana Harian BPBD Bambang Djatmiko, ia mengatakan prigi tersebut milik tetangga korban, Sastro Parjo (60). Saat longsoran menjebol dinding, Ngadino bersama dua anggota keluarga berada dekat di dinding sehingga material bangunan mengenai tubuhnya. Beruntung, luka ketiganya tak terlalu parah. Para tetangga langsung membantu membersihkan tiga ruangan itu dari serpihan bata bercampur lumpur. Tak lama berselang, tim BPBD meninjau lokasi sekaligus menyerahkan bantuan logistik.

Pada keesokan harinya, tim juga meninjau lokasi longsor di Kandangmenjangan, Karangpandan. Dikatakan Hendro, kejadian itu tak menimbulkan korban luka. Hanya saja, fasilitas umum tersebut rusak parah sampai tak bisa dipakai lagi. Menurut saksi, hujan deras di lokasi pada Selasa sore mengakibatkan tebing tinggi 4 meter longsor menimpa bangunan MCK ukuran 3X4 meter.

“Atapnya ambrol dan suplai air bersih terganggu, Kita kemudian mengirim logistik kerja bakti ke warga,” katanya.

Hendro mengungkapkan, rawan longsor ada di wilayah yang letak geografisnya dekat gunung. Seperti Tawangmangu, Ngargoyoso, Jatiyoso, Mojogedang, Jenawi, Karangpandan, Jumapolo dan Jatipuro. Sedangkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemulihan Sumber Daya Air I Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Antonius Saryono menyilakan masyarakat mengakses informasi di pos pengamatan hujan. Instansinya siap menyampaikan data mutakhir terkait musim hujan di Karanganyar.

“Kami memiliki empat pos pengamatan hujan di wilayah Karanganyar, yakni di Delingan, Karangpandan, Tawangmangu dan Jatipuro. Alat yang terpasang di pos tersebut, akan mengirim data-data untuk memantau perilaku hujan,” katanya.

Data-data tersebut bisa dimanfaatkan untuk menentukan langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya bencana. (Lim)

Read previous post:
TUKAR GULING ‘DIGANTUNG’ BPN – JJLS Mandek Sisakan Masalah

WONOSARI (MERAPI) – Tiga warga Desa Planjan, Kecamatan Saptosari, Gunungkidul yang berusaha menuntut hak atas tanah miliknya yang digunakan untuk

Close