Kemah Religi Mahasiswa Hindu, Ajang Revolusi Mental Generasi Intelektual

Jajaran Ditjen Bimas Hindu Kemenag membuka acara Kemah Religi di Tawangmangu. (Foto: Abdul Alim)
Jajaran Ditjen Bimas Hindu Kemenag membuka acara Kemah Religi di Tawangmangu. (Foto: Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Sebanyak 50 mahasiswa asal 13 Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu (PTKH) negeri dan swasta di Indonesia mengikuti Kemah Religi di Bumi Perkemahan Sekipan, Tawangmangu, Senin-Rabu (26-28/11). Kegiatan yang diinisiasi Direktorat Jenderal Bimas Hindu Kementrian Agama tersebut bertujuan mempererat tali persaudaraan diantara mahasiswa Hindu dan menjalankan revolusi mental dalam melawan berbagai ancaman.

“Kemah Religi merupakan salah satu kegiatan prioritas di Kemenag. Berisi penguatan solusi masalah kebangsaan di kalangan mahasiswa, penguatan agama, pendidikan dan karakter,” kata Direktur Jenderal Bimas Hindu Prof Drs I Ketut Widnya, MA,M.Phil.PhD kepada wartawan di Sekipan, Tawangmangu, Senin (26/11) sore.

Didasari Perpres No 87/2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, pihaknya berupaya mewujudkannya di seluruh sektor kerja Kementrian Agama maupun peserta didik instansi pendidikan agama. Kemenag meyadari, keutuhan bangsa Indonesia terancam perilaku oknum tak bertanggung jawab yang merusaknya melalui radikalisme, terorisme, lemahnya persatuan dan sebagainya.

“Sikap-sikap buruk seperti radikal itu ekspor bangsa asing. Bukan pribadi Indonesia. Parahnya, setelah diekspor kemudian diproduksi massal oleh orang-orang kita yang tak mau bangsanya maju,” katanya.

Kemah Religi kali pertama ini sengaja berlokasi di daerah dataran tinggi dengan alam masih asri. Terkait hal ini, penyelenggara menghendaki suasananya mendukung berbagai materi selama tiga hari. Diantaranya yoga, hipnoterapi dan bakti sosial. Lebih lanjut Widnya mengatakan, pihaknya menghadirkan para motivator untuk menggugah semangat para mahasiswa di problem urgen seperti wawasan kebangsaan dan wawasan keagamaan. Disebutkan pula, perkembangan teknologi perlu disikapi secara bijak.

“Dampak buruk modernisasi adalah kehampaan spiritual. Harus direspons dengan menguatkan nilai agama para pelajar dan mahasiswa,” katanya.

Aktivitas di Kemah Religi dilaksanakan bersama. Tujuannya saling mengakrabkan antarsesama mahasiswa yang mendukung rasa persatuan dan menjalin komunikasi efektif.

Kepala Direktorat Pendidikan Tinggi Hindu, Made Santika mengatakan Hindu mengajarkan konsep keseimbangan. Dengan kembali ke alam, diyakini seluruh hasrat buruk dapat dinetralisasi. Kemah Religi di lereng Lawu, lanjutnya, merupakan upaya membentuk fondasi spiritual dan mental.

“Mereka akan terbuka wawasan untuk saling toleransi dan memahami alam dan sesama manusia,” katanya. (Lim)

Read previous post:
Tak Sabar Nunggu Pintu Dibuka, Nekat Terobos Perlintasan KA

TEGALREJO (MERAPI) -Gara-gara nekat menerobos palang pintu perlintasan Kereta Api (KA) di Jalan Hos Cokroaminoto Tegalrejo, Yogya, motor yang dikendarai

Close