PERTUMBUHAN KUBAH LAVA BELUM SIGNIFIKAN-‘Wedhus Gembel’ Maksimal Meluncur 2,2 Km

MERAPI-TRI DARMIYATI  Kepala PVMBG Kasbani menunjukkan potensi arah aliran awan panas ke sisi tenggara Gunung Merapi pada maket di Kantor BPPTKG.
MERAPI-TRI DARMIYATI
Kepala PVMBG Kasbani menunjukkan potensi arah aliran awan panas ke sisi tenggara Gunung Merapi pada maket di Kantor BPPTKG.

UMBULHARJO (MERAPI)- Gunung Merapi masih berpotensi mengalami guguran kubah lava seperti yang terjadi pada Jumat (23/11). Pasalnya kondisi ujung kubah lava tidak dalam posisi stabil dan bertambah besar. Jarak luncuran maksimal guguran kubah lava masih dalam batas aman 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.
“Pertumbuhan kubuah lava sudah sampai ke tepian atau ujung sehingga memungkinkan terjadi potensi guguran kubah lava seperti pada 23 November dengan jarak terjauh 300 meter dari bibir kubah lava,” kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kasbani dalam jumpa pers di Kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Senin (26/11).
Dia menyatakan, penyebab guguran lava terjadi di bagian tepi kubah lava karena posisinya tidak stabil, sehingga kubah lava rawan runtuh atau gugur. Musim hujan juga mempengaruhi kondisi kubah lava di bagian tepi. Guguran lava itu terjadi di dalam kawah. Sedangkan pertumbuhan kubah lava terkonsentrasi di tengah dan dalam kondisi stabil.

BPPTKG mencatat volume kubah lava per 22 November 2018 sebesar 308.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan sekitar 3.000 meter kubik/hari. Menurutnya pertumbuhan kubah lava itu masih jauh dibandingkan dengan kapasitas kawah, di mana saat dalam kondisi kosong, volumenya bisa mencapai 10 juta meter kubik.
“Pertumbuhan kubah lava belum signifikan. Masih relatif kecil dibandingkan volume kawah, sehingga tidak terlalu bahaya. Asalkan tidak masuk di daerah berbahaya 3 km dari puncak. Terutama yang berada di Sungai Gendol karena bukaan kawah saat ini mengarah ke tenggara dan barat daya,” terang Kasbani didampingi Kepala BPPTKG Hanik Humaida.
Dia menyampaikan partumbuhan kubah lava tidak bisa diprediksi, karena dapat mengalami percepatan maupun perlambatan. Dia menjelaskan dari analisis permodelan dengan volume kubah lava saat ini 308.000 meter kubik, jika sebagian besar volume material kubah lava saat ini runtuh, maka awan panas dapat meluncur ke arah Sungai Gendol sejauh 2,2 km. Dengan demikian radius aman 3 km dari puncak rekomendasi BPPTK masih valid dan berlaku.

“Potensi arah aliran awan panas itu mengarah ke tenggara dan barat daya karena sobekan atau bukaan dinding kawah. Potensi awan panas bisa terjadi jika volume kubah lava mencapai dua kali volum sekarang. Tapi itu baru potensi, sekarang belum terjadi,” tuturnya.
BPPTKG masih mempertahankan Gunung Merapi masih ditetapkan statusnya level II Waspada. Dia mengutarakan belum ada indikasi-indikasi untuk dinaikkan status Gunung Merapi melihat dari aktivitas kegempaan, suhu dan lainnya. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi BPPTKG seperti tidak masuk wilayah 3 km dari puncak.(Tri)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Pemantauan Pasar Diintensifkan, Kebutuhan Pokok Disiapkan Jelang Natal dan Tahun Baru

SUKOHARJO (MERAPI) - Kebutuhan bahan pokok pangan dan gas untuk masyarakat selama Natal dan Tahun Baru dijamin pemenuhannya. Apabila diperlukan

Close