UMK 2019 Sukoharjo Ditetapkan Rp 1.783.500

SUKOHARJO (MERAPI) – Upah Minimum Kabupaten (UMK) Sukoharjo tahun 2019 ditetapkan sebesar Rp 1.783.500. Penetapan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tersebut sudah diterima oleh Pemkab Sukoharjo dan serikat pekerja. Selanjutnya tinggal dilakukan sosialisasi kepada pengusaha dan buruh sebelum akhirnya diterapkan tahun depan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo Bahtiyar Zunan, Jumat (23/11) mengatakan, UMK tahun 2019 sudah ditetapkan pada 21 November kemarin. Penetapan tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 560/68 Tahun 2018 tentang upah minimun pada 35 kabupaten kota di Provinsi Jawa Tengah tahun 2019. Pada surat keputusan tersebut Kabupaten Sukoharjo berada pada nomor urutan ke 14 dengan nilai UMK tahun 2019 sebesar Rp 1.783.500.

Besaran UMK yang ditetapkan oleh gubernur sama dengan nilai usulan dari Pemkab Sukoharjo. Penetapan tersebut membuat lega daerah karena tidak perlu terjadi tarik ulur berkaitan upah yang akan diterima buruh.

Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo sudah menerima keputusan penetapan UMK dari gubernur. Tahap selanjutnya petugas akan melakukan sosialisasi kepada pengusaha dan serikat pekerja.

Dalam sosialisasi ditegaskan bahwa besaran UMK 2019 sudah ditetapkan dan wajib dijalankan oleh pengusaha dan serikat pekerja. Apabila ada penolakan maka mereka dianggap tidak mematuhi ketentuan dan melanggar aturan.

“UMK 2019 Kabupaten Sukoharjo sudah ditetapkan dan selanjutnya sampai Desember mendatang akan dilaksanakan sosialisasi kepada pengusaha dan serikat pekerja termasuk buruh,” ujarnya.

Zunan melanjutkan munculnya angka usulan UMK tahun 2019 sebesar Rp 1.783.500 karena berbagai sebab dan kondisi. Salah satunya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi di Sukoharjo menunjukan pergerakan kenaikan signifikan. Kondisi tersebut sangat menguntungkan pelaku usaha dan mampu meningkatkan upah buruh atau pekerja.

“Angka usualan UMK Sukoharjo tahun 2019 sudah diajukan dan tinggal menunggu persetujuan gubernur. Angkanya Rp 1.783.500 atau naik 8,22 persen Rp 135.500 dibanding UMK Sukoharjo tahun 2018 sebesar Rp 1.648.000,” lanjutnya.

Kenaikan UMK tersebut diharapkan bisa membuat lega khususnya buruh. Sebab upah yang akan diterima pada tahun depan naik dibandingkan sekarang. Hal itu juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para buruh.

“Terpenting semua pihak harus bisa menjaga iklim investasi agar dunia usaha di Sukoharjo semakin maju,” lanjutnya.

Ketua Forum Peduli Buruh (FPB) dan Serikat Pekerja Republik Indonesia (SPRI) Sukoharjo Sukarno mengatakan, benar sudah ada penetapan UMK 2019 dari gubernur. Selanjutnya akan dievaluasi oleh serikat pekerja berkaitan dengan angka yang sudah ditetapkan tersebut.

“Pada prinsipnya kita menghormati keputusan gubernur dan menerima angka penetapan UMK 2019. Tapi kami masih akan mengambil langkah lanjutan berkaitan dengan nilai tersebut,” ujar Sukarno.

Serikat pekerja sudah menerima surat keputusan penetapan UMK 2019. Selanjutnya akan disosialisasikan kepada para buruh. Hal itu dimaksudkan agar mereka mengetahui tentang aturan baru dan besaran upah yang akan diterima tahun depan.

“Kita akan melihat respon para buruh dengan penetapan UMK 2019 ini. Sebab nilainya sudah ditetapkan dan mau tidak mau buruh tinggal menerima. Kami harap pengusaha juga tertib menjalankan perintah tersebut,” lanjutnya. (Mam)

Read previous post:
Motor Berulang Kali Macet

KEJADIAN aneh ini menimpa teman saya berkali–kali. Sebut saja teman saya itu Rudi. Ia mendapat tugas sebagai petugas kebersihan jalan

Close