PELAKU KEEROYOK KORBAN DAN TODONGKAN PEDANG-Dibakar Cemburu, Ngamuk Salah Sasaran

MERAPI-SAMENTO SIHONO Pelaku beserta barang bukti pedang saat digelandang ke Polsek Depok Barat.
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Pelaku beserta barang bukti pedang saat digelandang ke Polsek Depok Barat.

DEPOK (MERAPI)- Gara-gara dibakar api cemburu, AD (22) warga Wuryantoro, Wonogiri nekat menganiaya tema lelaki pacarnya di sebuah kor-kosan di Caturtunggal, Depok, Sleman. Aksi penganiayaan disertai ancaman menggunakan pedang itu dipastikan salah sasaran karena lelaki itu bukanlah selingkuhan pacar pelaku.
Tak terima dengan ulah pelaku, korban melapor hingga dia ditangkap polisi. Bersama seorang rekannya yang ikut menganiaya, yakni MD (26) warga Umbulharjo Yogya, tersangka AD sudah ditahan polisi Polsek Depok Barat, Jumat (23/11).
“Jadi korban ini ingin menemui kawan lamanya yang tak lain pacar AD. Di situlah awal pelaku terbakar cemburu,” beber Kapolsek Depok Barat Kompol Sukirin Hariyanto kepada wartawan kemarin.
Dijelaskan Kompol Sukirin, penganiayaan yang menimpa korban Rahmat Priyanto (18) warga Nglipar, Gunungkidul terjadi akhir pekan lalu. Peristiwa itu bermula saat korban menghubungi kawan lamanya yakni Fa melalui media sosial Facebook. Fa merupakan pacar tersangka AD.

Saat itu korban bertanya nomor handphone Fa. Namun oleh Fa, korban justru diberi nomor handphone pacarnya yakni AD. Setelah terjadi percakapan, korban kemudian meminta Fa untuk mengirim lokasi kos-kosannya karena bermaksud hendak berkunjung.
Setelah mendapat alamat yang diminta, korban kemudian datang ke kos Fa di daerah Nologaten, Caturtunggal, Depok, Sleman. Saat sampai di kos FA, di sana sudah ada AD. Diduga karena salah paham, pelaku langsung menghajar korban dengan tangan kosong.
“Pelaku juga sempat mengancam korban menggunakan sebilah pedang,” tandasnya.

Usai dianiaya, korban sempat pergi dan mengajak temannya yang lain untuk menjelaskan duduk permasalahannya. Saat korban datang untuk kedua kalinya, dia kembali dianiaya oleh AD yang kali ini mengajak MD. Tak terima dengan penganiayaan itu, korban lantas melapor polisi.
“Penyebab penganiayaan memang masalah sepele. Setelah korban lapor, kami langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan kedua pelaku,” katanya.
Atas perbuatannya, ujar Sukirin, kedua pelaku resmi ditahan di Polsek Depok Barat. Mereka akan dijeret pasal 351 KUHP. Kapolsek tak menampik jika kasus penganiayaan di wilayahnya cukup tinggi, namun pihaknya tetap akan memproses laporan jika terbukti memenuhi unsur penganiayaan.
“Kami akan tetap memproses kasus penganiayaan agar orang tidak seenaknya sendiri memperlakukan orang lain. Selain itu juga memberi efek jera kepada pelaku,” pungkasnya. (Shn)

Read previous post:
Stand Up Comedy di Hutan Pinus Mangunan

CARA yang lazim dilakukan seseorang untuk mengatasi stress adalah dengan tertawa. Tertawa dapat menghadirkan pikiran positif, sehingga tubuh melepaskan hormon

Close