PELANGGAR OPERASI ZEBRA PROGO DIDOMINASI PELAJAR-Nyetir sambil Mabuk, 191 Orang Dirazia

MERAPI-NOOR RIZKA Wadirlantas Polda DIY menunjukkan hasil Operasi Zebra Progo 2018.
MERAPI-NOOR RIZKA
Wadirlantas Polda DIY menunjukkan hasil Operasi Zebra Progo 2018.

YOGYA (MERAPI) – Sebanyak 49.850 pengendara kendaraan bermotor di DIY tercatat melakukan pelanggaran lalu lintas selama Operasi Zebra Progo pada Oktober-November 2018. Sebagian besar pelanggaran dilakukan oleh pelajar. Yang menarik, dalam Operasi Zebra Progo tahun ini, polisi menemukan ratusan orang yang mengendarai kendaraan dalam pengaruh alkohol.
Wadirlantas Polda DIY AKBP P Yugo Sunarko didampingi Kabid Humas AKBP Yulianto kepada wartawan, Kamis (22/11) mengatakan, rincian pelanggaran terdiri atas 17.860 teguran dan 31.990 tilang dengan nominal Rp 1 miliar lebih. Tilang didominasi oleh anak di bawah umur dari Kulonprogo.
Menurutnya, pelanggaran terbanyak berasal dari kalangan pelajar SMA. Mayoritas tidak memiliki SIM. Berdasarkan data, pelanggar yang berusia di bawah umur mencapai 9.558 orang. Pelanggar terbanyak berasal dari Kulonprogo, yakni sejumlah 3.804.
“Sudah kami sampaikan ke Pemkab setempat, mengenai hal itu. Ke depan akan disiapkan formula untuk menindaklanjuti hal itu,” paparnya.
Menurut Wadirlantas, pelanggaran tersebut terjadi karena sebagian besar pelajar SMA di Kulonprogo, nekat mengemudikan motor meski tidak memiliki SIM.

Meski demikian, secara keseluruhan, angka tilang tahun ini relatif menurun dibanding tahun sebelumnya. Penurunan tilang mencapai 14,93 persen.
“Target operasi tahun ini dan tahun sebelumnya memang berbeda,” terang AKBP Yugo.
Tahun 2017, Operasi Zebra difokuskan untuk menekan kasus pencurian kendaraan bermotor. Sedangkan tahun ini, target operasi adalah pengendara yang tak menggunakan helm secara benar dan SNI, tak memakai sabuk pengaman, anak di bawah umur, menggunakan HP saat berkendara, melawan arus, mengemudi dalam keadaan mabuk serta pelanggaran kasat mata, seperti penggunaan mobil bak terbuka untuk mengangkut orang.

Jumlah pelanggar yang tidak memakai helm dengan baik atau helm tidak SNI sejumlah 5.138. Pelanggaran melawan arus sebanyak 6.546. Pengendara yang memakai HP saat berkendara sejumlah 1.350. Pengendara yang berada di bawah pengaruh alkohol sebanyak 191 orang dan pengendara yang melebihi batas kecepatan sebanyak 127. Pelanggaran safety belt 1.653. Pelanggaran anak di bawah umur 9.558 dan lain-lain 7.427.
Sementara itu, Kabid Humas Polda DIY AKBP Yulianto menambahkan, selama Operasi Zebra Progo 2018 berlangsung, hanya terjadi satu kecelakaan lalu lintas. Korban mengalami luka ringan dengan kerugian materiil kecil. Angka ini turun drastis sebanyak 75 persen, dibanding dengan tahun sebelumnya. (Riz)

Read previous post:
Bandara NYIA Potensial Dongkrak Ekspor Produk DIY

DANUREJAN (MERAPI) - Keberadaan bandara baru New Yogyakarta International Aiport (NYIA) di Kulonprogo berpotensi mendongkrak ekspor DIY. Mengingat kapasitas kargo

Close