Ribuan Tawon Ngamuk di Objek Wisata Gunung Api Purba, 11 Terluka

MERAPI-BAMBANG PURWANTO Lokasi Obwis Gunung Api Purba Nglanggeran ditutup sementara akibat serangan tawon.
MERAPI-BAMBANG PURWANTO
Lokasi Obwis Gunung Api Purba Nglanggeran ditutup sementara akibat serangan tawon.

WONOSARI (MERAPI)- Ribuan ekor lebah mengamuk di sekitar objek wisata minat khusus Gunung Api Purba di Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Gunungkidul. Akibat kejadian ini, belasan orang, terdiri dari wisatawan dan petugas pengelola objek wisata terluka diserang lebah. Objek wisata itu pun ditutup untuk umum sejak Rabu (21/11).
Menurut keterangan, serangan lebah hutan atau tawon gung itu diketahui terjadi sejak Senin (19/11) malam. Hingga kemarin, dua korban sengatan lebah, yakni Triyono (40) dan Suparno (45) keduanya petugas pengelola objek wisata masih mendapatkan perawatan intensif di RS Nurohmah Gunungkidul. “Peristiwa itu diketahui sejak Senin (19/11) malam, di mana ribuan ekor lebah tersebut ditemukan di jalur pendakian menuju puncak Gunung Api Purba,” kata Pengelola obyek wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Aris Budianto kepada wartawan, kemarin.
Dijelaskan, awalnya pada Senin malam, dua orang wisatawan yang hendak melakukan pendakian berbalik arah lantaran terkena serangan lebah. Mereka berlari ke bawah menyelamatkan diri dan meminta wisatawan lain untuk mengurungkan niat mendaki puncak Gunung Api Purba. Ketika kedua wisatawan minat khusus ini berada di pelataran bawah, mereka sudah dalam kondisi bengkak-bengkak dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Sementara pada keesokan harinya, atau pada Selasa (20/11), pihak pengelola objek wisata berusaha memastikan keberadaan lebah tersebut. Aris Budianto mengatakan saat itu dia dan dua personel pengelola melakukan pendakian. Namun naas, satu di antaranya ikut menjadi korban sengatan lebah itu. “Kami memutuskan turun,” ujarnya.
Penasaran dengan hal itu, sejumlah personel kembali mendatangi lokasi. Kali ini dengan jumlah yang lebih banyak. Berbagai perlengkapan pun dikenakan untuk menghindari serangan lebah. Namun baru melakukan pendakian sekitar 20 menit, beberapa personel diserang ratusan lebah, bahkan ribuan. Tidak hanya sampai di situ, selang beberapa menit kemudian, ratusan tawon itu kembali menyerang puluhan petugas.

Petugas pun kocar-kacir menyelamatkan diri turun. Mereka mengurungkan niatnya untuk mencari sumber ribuan lebah itu muncul.
“Kami semua akhirnya diserang lebah hingga sampai harus dirawat di RS Nurrohmah, Playen,” ujar Aris.
Menurut Aris, dari data sementara, korban seluruhnya berjumlah 11 orang yang terluka. Dari jumlah tersebut, 6 orang di antaranya adalah wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata tersebut, sedangkan 5 orang lainnya pihak petugas pengelola. “Kami masih mencari penyebab lebah-lebah itu tiba-tiba muncul,” imbuhnya.(Pur)

Read previous post:
Beberapa Tebing di Bantul Rawan Longsor

BANTUL (MERAPI) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul menyatakan tebing di beberapa kecamatan rawan mengalami longsor jika diguyur

Close