KORBAN LUKA PARAH-Balas Dendam, Bacok Siswa SMP

WIROBRAJAN (MERAPI) – Seorang pelajar SMP, Angki Hendrawan (13) warga Gedongtengen, Yogya dibacok parang oleh empat orang temannya di wilayah Jalan Amri Yahya Pakuncen Wirobrajan, Yogya, Selasa (20/11) dini hari. Usai kejadian ini, dua orang pelaku dibekuk dan dua lainya masih buron. Para pelaku diduga menyerang korban karena dendam pribadi.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka bacok di bagian kepala sepanjang 20 cm dengan kedalaman 3 cm.
Kapolsek Wirobrajan Yogya Kompol Sugiyarta kepada wartawan kemarin mengatakan, dua pelaku yang berhasil diamankan yakni Ig (17) warga Tirtonirmolo Kasihan Bantul dan Rk (14) pelajar warga Notoyudan Gedongtengen. Dua pelaku lain, Gl dan Sj, keduanya merupakan pelajar SMP masih dalam pengejaran polisi.
“Diduga pelaku berjumlah 4 orang. Dua sudah kami amankan, sedang dua lainnya masih dalam pencarian,” paparnya.

Dijelaskan Sugiyarta, kemarin dinihari awalnya korban dihubungi oleh seorang teman para pelaku. Korban diminta datang di wilayah Jalan Amri Yahya Pakuncen Wirobrajan untuk menyelesaikan masalah di antara mereka.
Kemudian korban bersama 3 temannya, langsung menuju lokasi yang dijanjikan. Sesampainya di sana, tepatnya di depan SMAN 1 Yogya, rombongan pelaku sudah menunggu. Korban dan dua temannya pun mendekat. Namun begitu korban mendekat, tanpa banyak bicara, para pelaku langsung mengeluarkan pedang dan menyerang korban.
Sabetan pedang pelaku mengenai kepala korban. Akibatnya, korban mengalami luka yang cukup serius. Dia tersungkur di jalan dengan darah mengucur. Sedangkan para pelaku, langsung kabur begitu mengetahui korban bersimbah darah.
“Korban dilarikan ke RS Ludiro Husodo. Namun karena lukanya parah, dia lalu dirujuk ke RSUP Sardjito. Lukanya pada kepala bagian atas, sepanjang 20 cm dan dalam 3 cm,” imbuh kapolsek.

Tak lama setelah kejadian, anggota Polsek Wirobrajan Yogya, langsung mengejar pelaku. Dua orang berhasil diamankan tak jauh dari lokasi kejadian, yakni Ig dan Rk. Sementara dua lainnya, masih dalam pencarian.
Kepada penyidik, pelaku mengaku memiliki permasalahan pribadi dengan korban. Kemudian, pelaku mengajak korban bertemu di TKP untuk menyelesaikan masalah itu. Namun bukannya menyelesaikan masalah baik-baik, para pelaku justru langsung menyerang korban membabi buta. “Korban dan pelaku saling kenal. Ada masalah pribadi, sehingga pelaku mengajak korban ketemuan. Namun pada saat ketemu, korban justru dianiaya,” ujar Sugiyarta tanpa merinci dendam apa yang menyulut penyerangan itu.
Kini, kedua pelaku harus berurusan dengan polisi Polsek Wirobrajan Yogya. Mereka terancam Pasal 351 tentang penganiayaan. “Dua pelaku yang buin sudah teridentifikasi,” tandasnya.(Riz)

Read previous post:
Tanam Padi, Tewas Kesetrum Listrik

PATI (MERAPI) - Lagi, kabel listrik untuk menjerat tikus membawa korban jiwa. Sutami (58), warga Desa Tanjang Kecamatan Gabus meninggal

Close