Hidup Sebatang Kara, Sutrisno Ditemukan Membusuk di Kamar

MERAPI-M TASLIM HADI Petugas Satreskrim Polres Grobogan tengah memasang police line di depan pintu rumah korban
MERAPI-M TASLIM HADI
Petugas Satreskrim Polres Grobogan tengah memasang police line di depan pintu rumah korban

GROBOGAN (MERAPI) – Sutrisno (60), yang hidup sebatang kara, Senin (19/11) ditemukan tewas dalam kamar tidurnya. Saat ditemukan, korban warga Desa Tunggulrejo Kecamatan Gabus itu kondisi tubuhnya membengkak dan menebar bau busuk. Korban diperkirakan meninggal tiga hari sebelumnya. Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal karena sakit.

“Korban hidup sebatang kara, tidak punya anak dan istri. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, korban dibantu warga sekitar,” ujar Suwoto (35), tetangga korban.

Menurut informasi, korban kali pertama diketahui anak-anak kecil yang tengah bermain di pekarangan samping rumah korban, mencium busuk dari arah rumah korban. Kejadian itu kemudian didiberitahukan ke Suwoto. Awalnya, Suwoto menduga bau busuk tersebut berasal dari bangkai tikus. Namun ketika mengintip dari celah dinding, saksi kaget melihat korban tengkurap di tempat tidur dan dikerumuni banyak lalat. Selanjutnya saksi memberitahukan kepada tetangga sekitar dan diteruskan kepada perangkat desa setempat untuk dilaporkan ke Mapolsek Gabus.

Mendapat laporan tersebut, polisi bersama dokter Puskesmas Gabus I dan tim inafis Polres Grobogan datang ke lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan korban, tidak ditemukan tanda- tanda penganiayaan pada tubuh korban. “Keadaan tubuh korban sudah membengkak dan menebar bau busuk. Menurut keterangan tim medis yang memeriksa, korban diperkirakan meninggal lebih tiga hari sebelum kejadian,” jelas Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Maryoto. (Mas)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ASAL-USUL BERBAGAI JENIS KERIS PUSAKA DI JAWA (5) – Perang Tanding Sengkelat dan Condongcampur

KERAJAAN Majapahit pada suatu ketika dilanda wabah penyakit atau pagebluk. Banyak kalangan rakyat jelata menjadi korban. Lingkungan istana pun banyak

Close