Tersedia 8.000 Blangko, Pencetakan KIA Kembali Dilayani

Petugas Disdukcapil Sleman menunjukkan KIA yang sudah dicetak
Ilustrasi KIA yang sudah dicetak.

SUKOHARJO (MERAPI) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sukoharjo kembali membuka pelayanan pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA). Pencetakan dilakukan setelah mendapatkan anggaran dari APBD Perubahan 2018 untuk pengadaan 8.000 keping blangko cetak. Nantinya teknis pelaksanaan pencetakan akan diutamakan khususnya bagi anak usia sekolah.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sukoharjo Sriwati Anita, Minggu (18/11) mengatakan, pencetakan KIA sudah dilayani petugas sejak sekitar akhir Oktober atau awal November kemarin. Sebelumnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sukoharjo menunda proses pencetakan KIA sejak beberapa bulan karena terkendala kehabisan blangko cetak.

Blangko cetak KIA sendiri sekarang menjadi tanggungjawab pemerintah daerah setelah pusat tidak lagi melakukan pengiriman. Sebab pemerintah pusat hanya membantu sekali saat peluncuran KIA sebanyak sekitar 5.000 keping blanhko cetak pada 2016 lalu. Selanjutnya untuk menjalankan program maka Pemkab Sukoharjo harus menganggarkan sendiri dana pengadaan blangko cetak.

Anggaran tersebut diberikan Pemkab Sukoharjo kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sukoharjo untuk pengadaan 8.000 keping blangko cetak KIA. Selanjutnya pelayanan pencetakan KIA sudah bisa dilaksanakan untuk masyarakat. Namun teknis pelaksanaanya sekarang berbeda dengan sebelumnya.

Anita menjelaskan, apabila pada pelayanan sebelumnya petugas melayani pencetakan KIA pada anak mulai 0 – 17 tahun maka sekarang dirubah dengan usia 7 – 17 tahun atau anak usia sekolah dengan jenjang atau tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai SMA/SMK.

Perubahan dilakukan mengingat dilihat dari data ternyata jumlah anak dengan ketersediaan blangko cetak KIA tidak sebanding. Karena itu dilakukan pengetatan pencetatan dengan syarat bagi anak usia sekolah. Hal itu dimaksudkan juga karena anak sekolah lebih membutuhkan kartu indentitas dibandingkan anak usia di bawahnya atau belum sekolah.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sukoharjo juga melakukan perubahan khususnya pada pengajuan permohonan pencetakan KIA. Apabila sebelumnya bisa bebas dilakukan oleh orang tua anak atau kolektif gabungan dari tingkat RT/RW maka sekarang dialihkan melalui sekolah. Hal itu menyesuaikan dengan kebijakan baru dimana pencetakan KIA diutamakan bagi anak usia sekolah.

Sistem kolektif pengajuan permohonan pencetakan KIA dari sekolah juga diharapkan lebih mempermudah teknis pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sukoharjo. Sebab saat diajukan bisa jadi satu berkas atau file permohonan dan begitu selesai dicetak bisa dibagikan serentak.

“Para guru dan kepala sekolah bisa melakukan pengajuan permohonan dengan meminta anak mengumpulkan berkas atau syarat cetak KIA berupa fotocopi Kartu Keluarga (KK) dan foto diri ukuran 4×6 sebanyak empat lembar,” ujar Sriwati Anita.

Berkas tersebut begitu masuk ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sukoharjo maka akan langsung diproses petugas. Diharapkan sampai akhir tahun 2018 ini ada tambahan anak yang sudah mendapatkan pelayanan pencetakan KIA sebanyak 8.000 keping sesuai stok blangko cetak yang dimiliki.

Selanjutnya setelah anak memiliki KIA maka bisa disimpan dan digunakan sebagaimana mestinya dalam penggunaan. Anita menegaskan, KIA sebagai bagian dari pendataan anak usia 0 – 17 tahun untuk memiliki kartu identitas. Selanjutnya setelah itu atau usia di atas 17 tahun maka anak akan mendapatkan kartu pengganti KIA berupa Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el).

“Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk masuk ke sekolah melakukan sosialisasi terkait pencetakan KIA dan para guru merespon baik dengan meneruskan ke siswa dan orang tua siswa,” lanjutnya.

Beberapa sekolah bahkan sudah mendapatkan pelayanan pencetakan KIA terhadap siswanya. Sedangkan sekolah yang belum baru proses pengajuan dan tinggal menunggu pencetakan saja.

Kedepan sebagai langkah percepatan pelayanan KIA terhadap anak maka Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sukoharjo sudah melakukan pendataan. Proses tersebut melibatkan semua instansi dan elemen mulai dari sekolah, pengurus RT/RW, pengurus PKK, pengurus Posyandu dan pemerintah desa, kelurahan dan kecamatan.

Pendatan sudah dilaksanakan sejak tahun 2016 sampai 2018 ini terhadap anak dengan usia 0 – 17 tahun. Data terus mengalami perkembangan perubahan seiring adanya pergeseran kependudukan.

“Data anak sudah ada tapi selalu dinamis artinya ada perubahan keluar masuk. Jadi data anak tetap dipantau dengan melibatkan sejumlah pihak. Setelah data valid maka baru bisa dicetak. Jangan sampai terlanjur dicetak ternyata anak sudah pindah rumah ke luar daerah dan KIA menjadi percuma. Padahal blangko cetak sendiri stoknya terbatas jadi harus selektif,” lanjutnya. (Mam)

Read previous post:
Hore, Bonus Atlet Porprov Cair

TEMANGGUNG (MERAPI) - Pemerintah Kabupaten Temanggung dan KONI kabupaten setempat mengucurkan bonus bagi peraih medali pada ajang Pekan Olah Raga

Close