Suami Minum Racun Setelah Bunuh Istri dengan Sabit

ilustrasi
ilustrasi

KEBUMEN (MERAPI) – Seorang istri tewas dalam kondisi mengenaskan. Tubuhnya penuh luka akibat sabetan senjata tajam yang diduga dilakukan oleh suami. Mayatnya tergeletak di dalam rumah di samping suami yang sekarat dengan mulut penuh busa beracun.

Peristiwa memilukan pasangan yang belum genap setahun berumah tangga, Eni (27) dan Dy (38), terjadi di Desa/Kecamatan Bonorowo, Kabupaten Kebumen, Kamis (15/11) dini hari. Keterangan yang dihimpun, kejadian menggegerkan tersebut berawal ketika ayah Dy mendengar suara keributan dari dalam rumah anaknya. Setelah tidak ada suara keributan, ayah Dy yang rumahnya tidak jauh dari rumah anaknya, berusaha masuk rumah Dy untuk mengetahui apa yang terjadi.

Namun meski berulang kali mengetuk pintu, tidak ada yang menyahut. Curiga dengan apa yang terjadi di dalam rumah anaknya, ayah Dy mengajak tetangga untuk masuk dengan cara mencongkel pintu. Begitu di dalam rumah, terlihat Dy tergeletak dengan mulut berbusa di samping istrinya yang tewas dengan bersimbah darah.

Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar melalui Kasat Reskrim AKP Aji Darmawan, membenarkan peristiwa tersebut.

“Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), diduga korban tewas oleh suaminya sendiri. Di lokasi kejadian, ditemukan sebilah sabit yang diduga digunakan pelaku untuk menganiaya korban,” jelas AKP Aji Darmawan.

Polisi juga mengamankan bekas muntahan dan busa yang diduga beracun dari mulut Dy. Untuk memastikan, polisi akan melakukan pemeriksaan di faboratorium forensik. Menurut AKP Aji Darmawan, diduga pelaku berusaha bunuh diri dengan meminum cairan beracun setelah melakukan penganiayaan terhadap istrinya hingga tewas.

“Motif pelaku membunuh istrinya masih didalami dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Untuk Dy, belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam perawatan intensif di rumah sakit,” ujar AKP Aji Darmawan. (Skm)

Read previous post:
Cucu Wiranto Dimakamkan di Taman Memorial Delingan

KARANGANYAR (MERAPI) - Pemakaman cucu Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Achmad Daniyal Alfatih (16 bulan) diiringi isak tangis di pemakaman keluarga

Close