REKONSTRUKSI PACAR HAMIL DISURUH ABORSI-Simpan Mayat Bayi di Kos-kosan

MERAPI-SAMENTO SIHONO Sepasang kekasih pelaku aborsi saat menjalani rekontruksi
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Sepasang kekasih pelaku aborsi saat menjalani rekontruksi

DEPOK(MERAPI)- Pasangan kekasih JP (19) dan PL (18), yang nekat menggugurkan serta membuang bayi hasil hubungan keduanya, menjalani rekontruksi di Tambakbayan, Caturtunggal, Depok, Sleman, Jumat (16/11).
Dari hasil pemeriksaan, pelaku nekat mengugurkan kandungannya lantaran merasa malu setelah hamil di luar nikah. Pelaku bahkan sempat menyimpan mayat bayi di kamar kosnya sebelum dikuburkan.
“Pelaku sempat akan mengubur bayi di dalam kompleks makam, tapi karena tidak punya uang, akhirnya bayi itu cuma dikubur di luar pagar makam tanpa sepengetahuan warga,” beber Kanit PAA Polres Sleman Iptu Bowo Susilo kepada wartawan di sela rekonstruksi, kemarin.
Dalam rekontruksi tersebut, kedua pelaku memperagakan 24 adegan. Adegan diawali saat PL menggugurkan kandungan dibantu oleh bidan. Sebelumnya dia merasa mules usai minum obat penggugur kandungan.
Saat bayi lahir sebelum waktunya itu, kondisi bayi masih hidup. Namun karena melahirkan secara prematur, akibat pengaruh obat penggugur kandungan, bayi meninggal tak lama usai dilahirkan. Saat hendak dirujuk ke rumah sakit, pelaku menolak lantaran keterbatasan biaya.

Mengetahui bayinya sudah tak bernyawa, pelaku kemudian meminta bantuan ketua RT setempat untuk membantu pemakaman. Namun hal itu tidak dindahkan karena pelaku tak bisa membayar biaya pemakaman.
Pelaku kemudian membawa bayi yang telah meninggal di rumah kosnya di wilayah Tambakbaran, Caturtunggal, Depok, Sleman. Mayat bayi itu disimpan di kos. Tak lama berselang, karena panik, pada malam harinya pelaku kemudian menguburkan mayat bayi itu di luar pagar pemakaman umum dekat kos-kosan mereka.
“Pelaku ini menguburkan bayi di luar makam hanya sementara, setelah mempunyai uang akan dipindah di dalam makam,” ujarnya.
Aksi itu diketahui setelah pelaku hendak memindahkan bayi yang ia kubur di luar makan ke dalam makam. “Saat berjalan akan menguburkan bayi dalam makan, pelaku dipergoki dan langsung ditangkap oleh warga,” jelasnya.

Dikatakan Bowo, keduanya nekat menggugurkan kandungan karena PL hamil di luar nikah. Keduanya baru pacaran sejak Januari 2018. Saat mengetahui kekasihnya mengandung, JP menyuruh PL untuk menggugurkannya.
PL kemudian membeli obat penggugur kandungan secara online dan meminum 7 butir obat. Selanjutnya bayi yang diduga berusia 4,5 bulan itu keluar dalam keadaan masih bernyawa, namun meninggal 1 jam kemudian.
“Jadi cowoknya yang menyuruh menggugurkan kandungannya, dengan alasan masih ingin kerja biar tidak mengganggu,” ucap Bowo.
Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 346 KUHP dan kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan mati anak pasal 80 ayat 3 jo pasal 76 C UU No.17 tahun 2016 tentang perlindungan anak. “Rekontruksi ini untuk mencocokan BAP, sesuai dengan keterangan pelaku,” tandasnya.(Shn)

Read previous post:
MERAPI-YUSRON MUSTAQIM Terdakwa saat mendengarkan pembacaan putusan di PN Bantul
Pembunuh Janda Jumiyati Divonis 9 Tahun

BANTUL (MERAPI) -Terbukti melakukan pembunuhan janda Jumiyati alias Menik, seorang satpam sebuah SMP Negeri di Yogya, Supriyono bin Trisno Hartoyo

Close