Pembunuh Janda Jumiyati Divonis 9 Tahun

BANTUL (MERAPI) –Terbukti melakukan pembunuhan janda Jumiyati alias Menik, seorang satpam sebuah SMP Negeri di Yogya, Supriyono bin Trisno Hartoyo (48) warga Mendungan II Margoluwih Seyegan Sleman diganjar hukuman 9 tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Kamis (15/11) petang.
Hukuman yang dijatuhkan terhadap pria beristri dua itu lebih ringan dari tuntutan jaksa yang awalnya menuntut 10 tahun penjara. Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 339 KUHP tentang pembunuhan.
Atas putusan yang dijatuhkan, terdakwa melalui penasihat hukumnya Alun Bayu Krisna SH maupun jaksa Arif Panjiwilogo SH masih menyatakan pikir-pikir. “Sampai saat ini kami masih pikir-pikir atas putusan hakim karena terdakwa juga pikir-pikir belum menentukan sikap,” ujar Arif saat dihubungi wartawan, Jumat (16/11).
Dalam amar putusan majelis hakim terungkap, sebelum melakukan pembunuhan, awalnya terdakwa berkenalan dengan korban melalui facebook pada 25 Mei 2018. Setelah itu keduanya janjian bertemu di perempatan Ganjuran Bambanglipuro Bantul. Selang dua hari kemudian terdakwa bertemu dengan korban dan mengajak belanja ke WS Jalan Godean dan dibelikan pakaian.

Hubungan tersebut berlanjut dan keduanya menjalin asmara hingga terdakwa mengajak jalan-jalan di Alun-alun Utara Yogyakarta. Dalam perbincangan korban meminta terdakwa membelikan sepeda motor Yamaha NMAX sambil marah-marah.
Setelah itu keduanya berboncengan meninggalkan Alun-alun Utara lewat Jalan Imogiri Timur dan sempat berhenti di Lapangan Trimulyo. Di tempat itu korban kembali meminta dibelikan NMAX sambil memukul terdakwa dengan helm. Karena kesal, terdakwa melanjutkan perjalanan menuju ke POM Patalan untuk mengisi bensin sebelum berniat mengantarkan pulang ke rumah.

Saat itu korban mengajak terdakwa untuk mampir ke rumah temannya di Cepoko melewati jalan sebelah utara Kantor Desa Patalan. Tetapi sampai di bulak sawah Cepoko, korban meminta berhenti untuk buang air kecil. Setelah itu keduanya duduk-duduk di gubug dan korban kembali marah-marah agar segera dibelikan sepeda motor NMAX.
Karena terus ditekan, terdakwa emosi dan mendorong korban hingga jatuh ke tanah. Melihat potongan kayu, terdakwa mengambil dan memukul ke arah wajah korban satu kali. Saat jatuh terlungkup terdakwa kembali memukul kepala bagian belakang sekali hingga korban tak bergerak dan diketahui meninggal dunia.
Usai membunuh korban, terdakwa lalu mengambil sepeda motor Honda Scoopy dan HP Samsung Galaxy Ace 1 untuk dimiliki. (C-5)

Read previous post:
KPI-Caleg Perempuan Dorong Perlindungan Sosial

  JETIS (MERAPI)- Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Wilayah DIY bekerja sama dengan caleg perempuan sepakat untuk mendorong terciptanya program perlindungan

Close