PELAJAR DOMINASI PELANGGARAN LALU LINTAS-Ribuan Anak-anak Ditilang

MERAPI-AMIN KUNTARI Petugas memeriksa kendaraan yang paska Operasi Zebra Progo 2018.
MERAPI-AMIN KUNTARI
Petugas memeriksa kendaraan yang paska Operasi Zebra Progo 2018.

WATES (MERAPI)- Pelanggaran tata tertib berlalu-lintas di wilayah Kulonprogo masih sangat tinggi, dengan dominasi pelaku adalah anak-anak. Ribuan anak-anak dengan usia di bawah 17 tahun diketahui mengendarai motor tanpa SIM hingga tak mengenakan helm. Padahal, mereka termasuk golongan yang berisiko tinggi mengalami kecelakaan.
Fakta ini terungkap dari evaluasi hasil pelaksanan Operasi Zebra Progo 2018 di Kulonprogo yang berlangsung pada 30 Oktober hingga 12 November. Dalam operasi ini, ada 5.494 pengendara yang dinyatakan melanggar, 3.804 di antaranya merupakan anak-anak.
Kasatlantas Polres Kulonprogo, AKP Maryanto menyampaikan, pelanggaran yang dilakukan anak-anak didominasi belum memiliki SIM. Sebagian lainnya bahkan nekat tidak menggunakan helm.
“Ini jadi keprihatinan kami. Anak-anak yang belum punya SIM jelas tidak boleh mengendarai motor sendiri,” tegasnya saat merilis hasil Operasi Zebra Progo 2018 di Mapolres Kulonprogo, Rabu (14/11) petang.

Untuk itu, dia berharap pendampingan dari orangtua harus ditingkatkan. Mereka tidak boleh membiarkan anak-anak menggunakan motor sendiri, melainkan harus diantar atau naik angkutan umum saat bepergian.
Sebagai upaya mengatasinya, ujar Maryanto, Satlantas Polres Kulonprogo telah menyampaikan imbauan kepada orangtua pelanggar agar lebih bijak memberi larangan anak-anaknya dalam menggunakan motor. Imbauan ini dilakukan saat orangtua yang bersangkutan mengikuti sidang tilang.
“Selain itu, sosialisasi ke sekolah-sekolah juga kami lakukan. Kegiatan sosialisasi menyasar 106 SMP dan 303 SD di Kulonprogo,” jelasnya.
Terkait hasil Operasi Zebra Progo, AKP Maryanto menyampaikan, tahun ini jumlah pelanggar mengalami penurunan dibanding tahun lalu yang tercatat ada 6.478. Namun untuk teguran yang diberikan meningkat dari 449 pada tahun 2017 menjadi 749 pada tahun ini.
“Secara keseluruhan dari akumulasi keduanya, untuk tahun ini tetap mengalami penurunan sebanyak 10 persen,” ucapnya.

Pelanggaran terbanyak, lanjut AKP Maryanto, adalah tidak menggunakan helm sebanyak 1.087 pelanggar, disusul pelanggaran keamanan berlalu-lintas lainnya yakni tidak menggunakan sabuk pengaman sebanyak 275 pelanggar dan melawan arus sebanyak 256 pelanggar. Sedangkan pelanggaran lain sebanyak 72 pelanggar.
Dari status pelanggar, terbanyak adalah pelajar yakni sebanyak 4.175 orang. Kemudian profesi lainnya yakni PNS 267 pelanggar, karyawan swasta 966 pelanggar dan pengemudi 86 pelanggar.
Menurut Maryanto, dilihat jenis kendaraannya yakni motor 5.215 pelanggar, mobil penumpang 176 pelanggar, mobil barang 97 pelanggar dan bus 6 pelanggar. Polisi juga melakukan penyitaan barang bukti berupa SIM, STNK dan kendaraan bermotor.
“Untuk SIM 1.708 buah, STNK 3.647 buah dan kendaraan bermotor 139 unit. Untuk kendaraan bermotor tersisa 39 unit karena yang lainnya sudah diambil,” katanya.
Sementara untuk jumlah kecelakaan selama pelaksanaan operasi mengalami kenaikan yakni delapan peristiwa dengan satu korban meninggal, enam luka berat, lima luka ringan dan total kerugian Rp 2,6 juta. Sementara untuk 2017 lalu nihil kecelakaan.

“Kecelakaan terjadi di luar titik rawan,” imbuhnya.
Terpisah, Kapolres Kulonprogo, AKBP Anggara Nasution mengimbau agar masyarakat lebih tertib berlalu-lintas. Pelaksanaan Operasi Zebra Progo 2018 diharapkannya bisa meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya tertib berlalu-lintas.
“Dengan demikian, kecelakaan bisa dihindari,” kata AKBP Anggara. (Unt)

Read previous post:
PROSESI MIYOS GONGSO AWALI SEKATEN-Dua Gamelan Pusaka Ditabuh Seminggu

KRATON Yogyakarta pada Rabu (14/11) malam menggelar prosesi Miyos Gongso yang merupakan rangkaian Sekaten untuk menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad

Close