KASUS PENCEMARAN NAMA BAIK- Eky Lamoh Dituntut 4 Bulan Penjara

 

Terdakwa Ecky Lamoh saat mendengarkan pembacaan tuntutan. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Terdakwa Ecky Lamoh saat mendengarkan pembacaan tuntutan. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI) – Mantan vokalis rock Edane, Alexander Theodore Lamoh atau Ecky Lamoh (57),

warga Perum Trimulyo Blok III Jetis Bantul dituntut 4 bulan penjara dalam sidang yang berlangsung

di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Rabu (14/11).

Jaksa Deri SH menyatakan terdakwa telah melakukan pencemaran nama baik dengan menuduh kakak

iparnya Hadi Sutoyo sebagai tersangka dan memposting ke facebook sebagaimana pasal 27 ayat (3) UU

No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektonik sebagaimana diubah dengan UU No 19

Tahun 2016 tentang Perubahan UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektonik.
Atas tuntutan tersebut, terdakwa melalui penasihat hukumnya, Yogi Zul Fadhli SH akan mengajukan

pledoi. “Kami diberi kesempatan majelis hakim untuk mengajukan pledoi pada sidang berikutnya,”

ujarnya kepada wartawan usai sidang.

Dalam tuntutan yang dibacakan di hadapan hakim ketua Sri Wijayanti Tanjung SH terungkap,
awalnya pada 2013 terdakwa melaporkan kakak iparnya Hadi Sutoyo dan istrinya Dana Christina ke

Polres Bantul dengan dugaan penipuan dan penggelapan sertifikat tanah.

Tetapi setelah 2 tahun terdakwa melaporkan perkaranya merasa laporannya mengendap di Polres

Bantul. Sehingga timbul niat terdakwa untuk membuat atau menyebarkan informasi melalui akun

facebook milik terdakwa tentang laporan agar diketahui publik maupun oleh pimpinan Kepolisian

Republik Indonesia.

Kemudian pada 22 September 2015 di depan Kantor DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta,

terdakwa membuat dan memposting status di halaman facebook dengan account Ev Alex Lamoh yang

kemudian diubah menjadi Ecky Lamoh.

Ketika membuat postingan status di facebook tersebut terdakwa menyebutkan status hukum saksi Hadi

Sutoyo sebagai tersangka penipuan dan penggelapan sertifikat. Sedangkan pada waktu itu perkara

yang dilaporkan terdakwa di Polres Bantul tersebut masih dalam proses penyidikan dan belum

ditetapkan tersangkanya.

Namun terdakwa dengan sengaja memposting status saksi Hadi Sutoyo sebagai tersangka. Padahal

terdakwa tidak memiliki kewenangan atau hak untuk mempublikasikan status hukum seseorang dengan

menyatakan yang bersangkutan sebagai tersangka.

Status di dinding facebook yang diposting terdakwa tersebut bersifat publik sehingga dapat

diakses oleh setiap orang pengguna Facebook. Pada 2 Oktober 2015 bertempat di rumah saksi korban

Hadi Sutoyo baru mengetahui status yang diposting terdakwa lalu melaporkan ke Polda DIY.

(C-5)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Advokat Harus Berkualitas dan Beretika

  SEWON (MERAPI) - Wakil Sekjen DPP Kongres Advokat Indonesia (KAI), John Jesky Sada SH berharap advokat anggota KAI tak

Close