POKOK PERKARA MULAI DISIDANGKAN- Praperadilan terhadap Kasat Reskrim Gugur

 

Hakim saat membacakan putusan praperadilan di PN Bantul. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Hakim saat membacakan putusan praperadilan di PN Bantul. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI) – Gugatan praperadilan seorang sopir taksi online, Edi Susanta SAg warga

Krapyak Kulon RT 05 Panjagrejo Pundong Bantul terhadap Kasat Reskrim Polres Bantul dinyatakan

gugur.

Hakim Cahya Imawati SH MHum menyatakan alasan gugurnya praperadilan karena perkara pokoknya telah

dilimpahkan dari JPU kepada Pengadilan Negeri Bantul pada 30 Oktober 2018.

Selain itu pelimpahan JPU telah dilakukan penetapan hari sidang dari KPN Bantul pada 30 Oktober

2018 serta telah dibukanya persidangan pada tanggal 5 November 2018. “Sesuai dengan ketentuan

dalam pasal 82 ayat (1) huruf d KUHAP maka permohonan praperadilan harus dinyatakan gugur,” ujar

Cahya Imawati di sela-sela pembacaan putusan.

Atas putusan tersebut, kuasa hukum pemohon Thomas Nur Ana Edi Dharma SH bersama Mohamad Novweni

SH, Susmartono Ariwibowo SH dan Wilpan Pribadi SH MH menghormati putusan hakim. Sejak awal kuasa

pemohon mengetahui kalau gugatannya bakal gugur.

Tetapi sebagai wujud tanggung jawab kepada kliennya, tim kuasa hukum pemohon tetap berjuang

keras. “Meskipun praperadilan ini gugur kami dapat memperjuangkan hak-hak klien kami dalam sidang

pidananya nanti,” tegas Thomas.

Diketahui, sebelum pemohon ditetapkan tersangka, semula pemohon bekerja sama dengan tetangganya,

Novita Sari Oktavia untuk menjalankan taksi online dengan menjadi sopir mobil Nissan Grand

Livina. Kerja sama tersebut dilakukan bulan September 2017 dengan perjanjian lisan pemohon

membayar setoran hasil dari taksi online sebesar Rp 100 ribu per hari.

Kemudian pada 18 April 2018 pukul 06.00 pemohon mendatangi Novita Sari Oktavia memberitahukan

kalau kendaraan miliknya dibawa kabur penumpang. Setelah itu pemohon, Novita dan seseorang

bernama Wahyu Widodo melaporkan kejadian itu ke Polres Kulonprogo karena sebelum membawa kabur

mobil pemohon dan pelaku pada Rabu 18 April 2018 makan di Rumah Makan Sambel Sawah Wates.

Ketika laporan tersebut diproses polisi, pemohon dilaporkan oleh Novita ke Polres Bantul dengan

tuduhan penggelapan mobil. Atas laporan itu pemohon telah dipanggil dan diperiksa sebagai saksi.

Tetapi tiba-tiba pada 18 September 2018 termohon melakukan penangkapan dan penahanan atas diri

pemohon. (C-5)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Pemasang Poster “Raja Jokowi” Ditangkap

PATI ( MERAPI ) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pati berhasil menangkap tersangka pelaku pemasang Alat Peraga Kampanye (APK),

Close