JATILAN DAN ANGGUK DI TAMAN GABUSAN BANTUL – Ruang Ekspresi bagi Pelaku Seni

MERAPI-ISTIMEWA Penampilan jathilan Seto Mataram yang memukau penonton.
MERAPI-ISTIMEWA
Penampilan jathilan Seto Mataram yang memukau penonton.

SEWON (MERAPI) – Taman Gabusan Bantul dipenuhi pengunjung saat digelar Pentas Seni Budaya Jatilan dan Angguk, Minggu (11/11). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka promosi pariwisata seni dan budaya DIY, yang mampu menggugah dan mendorong generasi muda untuk menuangkan kreativitas mereka sekaligus melestarikan budaya bangsa.

Tampil pada pentas tersebut grup jathilan Seto Mataram dan tari Angguk. Pada pementasannya, jathilan Seto Mataram menampilkan seni tradisi jatilan klasik terdiri dari 4 babak. Tak kalah menarik, tari Angguk yang dimainkan para penari perempuan mampu menyedot perhatian pengunjung.

Pentas seni ini melibatkan siswa dan pembimbing Sanggar Tari Sekar Mataram, yang didirikan tahun 1999. Subardi CB selaku ketua panitia, berharap dengan pementasan ini masyarakat dapat mengetahui seni tradisi yang dimiliki oleh bangsa.

“Kegiatan ini juga sebagai ajang silaturahmi dalam mempersatukan masyarakat melalui media seni budaya,” Jelas Subardi.

Pementasan jatilan dan angguk sendiri bertujuan meningkatkan daya inovatif siswa sanggar melalui pengembangan inovasi minat, bakat, dan kemampuan siswa untuk berkreasi, serta menyalurkan bakat dan kreatifitas guna mendukung program pemerintah dalam pelestarian
seni dan budaya.
Wardoyo selaku Kepala Seksi Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) Dinas Pariwisata DIY menyatakan, dengan gelaran atraksi jatilan dan tari angguk dapat ikut mendorong Taman Gabusan menjadi lebih dikenal masyarakat luas.

“Kegiatan atraksi seni ini dapat menumbuhkembangkan dan mendorong eksistensi keberadaan Taman Gabusan untuk atraksi wisata, selain untuk pemberdayaan dan memberikan ruang ekspresi bagi pelaku seni di Bantul,” paparnya. (*)

 

Read previous post:
KARTUN – 14 November 2018

Close