DIKALAHKAN MADURA FC 0-1 – PSS Kembali ke Dasar Klasemen

 

SUMENEP (MERAPI) – PSS Sleman terpaksa kembali ke dasar klasemen sementara Grup B Babak 8 Besar Liga 2 setelah menyerah 0-1 dari tuan rumah Madura FC di Stadion Ahmad Yani Sumenep, Senin (12/11). Satu-satunya gol yang menyebabkan Laskar Sembada gagal mencuri poin di kandang lawan dicetak Faris Aditama memanfaatkan kemelut di depan gawang Ega Rizky.

Meski kalah, PSS masih berpeluang lolos ke babak 8 besar andai bisa sapu bersih dua pertandingan kandang melawan pemuncak klasemen sementara, Persita Tangerang, Jumat (16/11) dan Persiraja Banda Aceh, Rabu (21/11) pekan depan.

Dalam pertandingan kemarin Pelatih Kepala PSS, Seto Nurdiyantoro melakukan rotasi yang cukup mengejutkan. Menyimpan Bagus Nirwanto di bangku cadangan, Seto memasang Akbar Zakaria yang sejauh ini hanya menjadi penghangat bangku cadangan. Lalu, Seto juga menyimpan Slamet Budiono dan menurunkan Irham Milla bersama Rangga Muslim dan Qischil Gandrum di depan. Sedangkan di lini tengah, Busari dan Dave Mustaine menjadi kreator serangan dengan Taufiq Febrianto sebagai gelandang jangkar.

Di babak pertama PSS berfokus pada pertahanan. Taufiq Febrianto cukup baik bermain sebagai gelandang jangkar. Ia kerap memenangi duel dengan Iman Budi yang menjadi kreator serang Madura FC. Berkali-kali Taufiq mampu membaca pergerakkan bola hingga memudahkan Zamzani dan Asyraq Gufron yang menjadi palang pintu PSS mematahkan bola-bola daerah ke dua striker Yusuf Efendy dan Beny Ashar. Taufiq juga tak segan bermain keras yang berbuntut kartu kuning. Meski berfokus pada pertahanan, PSS beberapa kali melakukan penyerangan yang cukup sukses membuat suporter tuan rumah jantungan. Menit 20, PSS nyaris membobol gawang Usman Pribadi melalui Dave Mustain andai tidak diblok Choirul Rifan. Beberapa menit kemudian giliran Qischil yang mengancam namun masih mampu diantisipasi Usman.

Imbang tanpa gol di babak pertama, PSS memasukkan Rossy Noprihanis menggantikan Qischil. Masuknya eks pemain Persiba Balikpapan ini membuat serangan PSS lebih segar. Lini tengah PSS juga sulit ditembus para pemain Madura FC. Melihat kondisi ini Salahudin, Pelatih Kepala Madura FC, mengubah arus serangan ke daerah sayap yang langsung membuat Vandy Prayogo keteteran. Pergerakan Iman Budi dan Gufroni Al Maruf dari daerah sayap menghasilkan peluang emas yang masih bisa dihentikan Ega Rizky. Seto pun merespons dengan memasukkan Bagus Nirwanto memperkuat lini sayap yang langsung sukses meredam agresivitas para pemain Madura FC.

Pertengahan babak kedua berjalan lebih keras. Beberapa kali kedua pemain bersitegang di tengah lapangan. Panasnya kondisi di lapangan membuat para pemain PSS kehilangan fokus menit 80. Berawal dari tendangan bebas, Faris Aditama memenangi duel udara dengan Ega Rizky. Bola liar sempat mengenai kaki Yusuf Efendy sebelum kembali jatuh ke kaki Faris yang langsung menembak bola ke gawang kosong. Skor 1-0 untuk Madura FC. Usai gol Faris, Madura FC berfokus pada pertahanan yang sukses meredam serangan PSS hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan. Gol telat ini kembali menambah catatan Tim Pelatih lantaran PSS selalu kebobolan di babak kedua dalam tiga pertandingan tandang mereka.

Evaluasi lain yang harus segera dibenahi adalah penyelesaian akhir para pemain cadangan yang diturunkan melawan Madura FC. Dari catatan statistik, para penggawa PSS hanya menembak gawang lawan sebanyak tujuh kali, enam di antaranya tepat sasaran. Sedangkan Madura FC sukses melepaskan 13 kali tembakkan, enam di antaranya tepat sasaran. Kini PSS berada di dasar klasemen sementara dengan empat poin, di bawah Persiraja Banda Aceh yang mengoleksi enam poin di peringkat tiga. Madura FC kini berada di peringkat dua klasemen sedangkan Persita yang sukses mengalahkan Persiraja 1-0, mengoleksi tujuh poin di puncak klasemen sementara. (Des)

Read previous post:
Nenek Uzur Minta Dinikahi

BUKAN rahasia lagi, di kalangan sebagian pebisnis kuliner ada keyakinan, jika ingin dagangannya laris manis harus punya 'lambaran'. Konon enthong

Close