PELAKU KARYAWAN KORBAN-Maling Motor Dibekuk 3 Jam Usai Dilaporkan

MERAPI-AMIN KUNTARI Barang bukti motor diperlihatkan dalam ungkap kasus pencurian di Mapolres Kulonprogo.
MERAPI-AMIN KUNTARI
Barang bukti motor diperlihatkan dalam ungkap kasus pencurian di Mapolres Kulonprogo.

TEMON (MERAPI) – Baru empat bulan bekerja di sebuah warung angkringan milik Paina (54) di Batikan I, Demen, Temon, Kulonprogo, pria paruh baya warga Duren Sawit, Jakarta Timur, PWT (41), nekat membawa kabur motor majikannya. Aksinya tak berjalan mulus, lantaran dia berhasil ditangkap polisi tiga jam usai dilaporkan.
PWT ditangkap saat sedang beristirahat di sebuah masjid wilayah Seturan, Condongcatur, Depok, Sleman pada akhir pekan lalu. Saat merilis kasus ini di Mapolres Kulonprogo, Senin (12/11), Kasubag Humas Polres Kulonprogo, Iptu Sujarwo menyampaikan, penangkapan pelaku hanya berselang sekitar tiga jam dari laporan Paina.
“Pelaku baru bekerja empat bulan di tempat korban, kemudian mencuri kendaraan majikannya yakni Honda Supra X I25 hitam dengan nomor polisi AB 5433 PL,” katanya.
Saat kejadian, Paina meninggalkan sepeda motornya di warung untuk menunaikan Salat Maghrib sekira pukul 18.00 WIB. Sepulang dari Masjid, korban mendapati motornya sudah tidak ada di tempat.

“Setelah kejadian itu, pelaku diketahui menghilang. Korban sempat melakukan pencarian namun tidak membuahkan hasil, sehingga memutuskan melapor ke Polres Kulonprogo pukul 23.00 WIB,” imbuhnya.
Petugas kemudian bertindak cepat melakukan penyelidikan dan menerima informasi bahwa PWT berada di daerah Seturan, Condongcatur, Depok, Sleman. Tim Buru Sergap Satreskrim Polres Kulonprogo kemudian melakukan pencarian ke wilayah tersebut serta mendapati PWT sedang beristirahat di masjid.
“Petugas menangkap pelaku dan menyita barang bukti motor Honda Supra X AB 5433 PL, STNK atas nama korban Paina, serta dua lembar fotokopi BPKP motor tersebut,” jelasnya.

Kepada petugas, PWT mengaku terpaksa mencuri untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Motor tersebut rencananya akan dijual di daerah asalnya, Duren Sawit, namun gagal karena sudah tertangkap polisi.
“Baru sekali ini mencuri. Ini untuk memenuhi kebutuhan anak saya juga,” ucapnya.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 362 KUHP tentang Pencurian Biasa. Ancaman hukumannya, maksimal lima tahun penjara. (Unt)

 

Read previous post:
DIKALAHKAN MADURA FC 0-1 – PSS Kembali ke Dasar Klasemen

  SUMENEP (MERAPI) - PSS Sleman terpaksa kembali ke dasar klasemen sementara Grup B Babak 8 Besar Liga 2 setelah

Close