TALK SHOW ‘MEMBERSIHKAN DAFTAR PEMILIH’ -Banyak Variabel Pengaruhi Validitas DPT

 

Suasana talk show 'Membersihkan Daftar Pemilih'.(MERAPI-ISTIMEWA)
Suasana talk show ‘Membersihkan Daftar Pemilih’.(MERAPI-ISTIMEWA)

GONDOKUSUMAN (MERAPI) – Sukses tidaknya pemilu tergantung pada pilar penyangganya, salah satunya daftar pemilih (DPT) yang valid. Ada beberapa variabel yang mendukung validnya DPT, yakni dinamika penduduk, kesadaran warga tentang hak pilihnya, kinerja panitia pemutakhiran data serta regulasi terkait hak pilih.

Sementara KPU sebagai lembaga yang ditugasi untuk menyelenggarakan pemilu sejauh ini sudah melakukan sejumlah cara untuk melakukan validasi yang bersifat nasional. Antara lain dengan dicanangkannya ‘Gerakan Coklit Nasional’ pada 17 April 2018.

Persoalan tersebut mengemuka dalam talk show ‘Membersihkan DPT Hasil Pemutakhiran Tahap-2, Mungkinkah?” di Café Silol, Jl Suroto Kotabaru, Yogya, Senin (12/11). Diskusi terselenggara atas kerja sama Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) DIY dengan NETGRIT (Network for Democracy and Electoral Integrity) dan IDW (Institute for Democracy and Welfarism).
Tampil sebagai pemantik diskusi Wawan Budianto (Komisioner KPU DIY), Bagus Sarwono (Ketua Bawaslu DIY), Johan Komara (Peneliti Senior JaDI DIY).

Wawan menjelaskan, di semua level KPU telah melakukan gerakan pendataan terbuka dengan menjadikan figur publik sebagai anchor (pusat perhatian). Dibangun pula sistem aplikasi data pemilih (Sidalih) yang open-access. Setiap pemegang ponsel pun dikirimi pesan-pesan rutin melalui pesan pendek. Sedangkan petugas (PPK/PPS) dikerahkan mendata pada level akar rumput, dari rumah ke rumah, yang hasilnya adalah DPT hasil pemutakhiran (DPTHP).

Selanjutnya pada 16 September 2018 telah ditetapkan DPTHP-1 oleh KPU RI yang kemudian dilakukan pencermatan berdasar masukan dari Bawaslu dan Peserta Pemilu selama dua bulan (60 hari). Dari hal itu diketahui data ganda nasional saja jumlahnya masih berada pada kisaran 1 juta.
KPU kemudian mengambil langkah GMHP (Gerakan Melindungi Hak Pilih), dengan membuka posko-posko pemutakhiran data.

Dijelaskan, di seluruh DIY telah disebar 521 titik posko yang siap melayani pengecekan nama-nama pemilih. Jaringan KPU mengkondisikan hal itu begitu rupa. Harapannya data ganda yang angkanya diketahui tinggal sekitar satu juta dan data invalid atau yang TMS (tidak memenuhi syarat) akan bisa disisir secara optimal, meskipun mungkin tidak akan bisa habis.

Dalam diskusi tersebut juga dibahas bagaimana problem penyempurnaan data pemilih, bagaimana data anomali diatasi serta bagaimana isu kegandaan ditangani dan dikurangi. Selain itu juga dipaparkan bagaimana menyikapi data pemilih ada di DP4 namun belum ada di DPTHP, serta bagaimana membangun dan menumbuhkan faktor-faktor potensial akurasi DPT. (Tri)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
PWI Bengkulu Belajar Pengembangan Pariwisata pada PWI DIY

YOGYA (MERAPI) - Rombongan PWI Bengkulu mengunjungi kantor PWI DIY di Jalan Gambiran Yogyakarta, Senin (12/11). Rombongan dipimpin Plt Ketua

Close