Manajemen PSS Sleman Siap Dipanggil Komdis PSSI

 

SLEMAN (MERAPI) – Panpel PSS Sleman sudah memenuhi panggilan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI untuk mengklarifikasi surat protes Madura FC yang berisi pemukulan pemain dan turunnya sejumlah suporter ke lapangan usai pertandingan. Panpel memenuhi panggilan itu satu hari setelah laga PSS melawan Madura FC. Pihak manajemen membenarkan pemenuhan panggilan itu sekaligus tidak keberatan apabila Komdis ingin minta keterangan lebih detail dari manajemen.

“Kami siap bila dipanggil untuk memberi keterangan lebih detail. Toh juga kemarin Panpel sudah menyampaikan kronologis sebenarnya pada Komdis, termasuk juga bukti pemain Madura FC melakukan provokasi dengan mengacungkan jari pada suporter. Rekaman video pemain Madura FC meludahi panpel juga sudah ada,” terang Manajer PSS, Sismantoro, Kamis (8/11) malam kepada <I>Merapi<P>.

Sismantoro menambahkan Panpel sebenarnya sudah mengingatkan pada pihak Madura FC agar tidak melakukan provokasi terhadap suporter di tengah pertandingan. Namun saat mengingatkan pihak Madura FC, Panpel malah diludahi. Provokasi yang tidak wajar ini kemudian direspons sejumlah suporter masuk ke dalam lapangan pertandingan.

“Kalau provokasinya tidak keterlaluan, tidak akan terjadi peristiwa kemarin. Kita lihat saja sepanjang musim, apa pernah suporter Sleman sampai turun ke lapangan. Lalu Panpel kita sudah mengingatkan pemain Madura FC agar tidak melakukan hal-hal yang memprovokasi suporter. Tapi malah ada panpel kita yang diludahi. Ini bagaimana coba?” keluh Sismantoro.

Madura FC melayangkan protes keras karena merasa dirugikan Panpel PSS dan wasit. Dalam formulir protes yang ditandatangani Manajer Madura FC Januar Herwanto ada sebelas poin protes tentang panpel dan wasit. Dalam surat itu pihak Madura FC juga menyebut ada beberapa pemain dan asisten pelatih yang dipukul oknum panpel. Panpel juga disebut tidak bisa mengkondisikan para suporter hingga bisa turun mendekati bangku cadangan Madura FC.

Laga pekan ke-3 Grup B Babak 8 Besar Liga 2 yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (6/11) lalu dimenangkan PSS lewat gol bunuh diri Choirul Rifan. Gol ini menuai protes lantaran posisi Ilham Irhaz sebelum mengirim umpan ke kotak penalti yang membuat terjadinya gol bunuh diri sudah berada dalam posisi offside. Wasit Agung Kuriawan dan dua hakim garis yang memimpin laga sendiri sudah diparkir sampai batas waktu yang tidak ditentukan oleh Komite Wasit Indonesia atas kelalaian tersebut. (Des)

Read previous post:
Kehabisan Uang, Pencari Kerja Curi Dompet

  GAMPING (MERAPI)- Kehabisan uang saat mencari pekerjaan, seorang pria berinisial HR (25) warga Sragen, Jawa Tengah nekat mencuri dompet.

Close