TERKAIT KASUS KEKERASAN SEKSUAL ANAK- LPSK Terima 189 Permohonan Perlindungan

 

Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai saat memberi keterangan pers. (MERAPI-YUSRON MUSTQIM)
Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai saat memberi keterangan pers. (MERAPI-YUSRON MUSTQIM)

YOGYA (MERAPI) – Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) RI, Dr Abdul Haris Semendawai SH LLM menilai tiga kejahatan besar yakni kekerasan seksual, perdagangan orang dan terorisme merupakan kasus yang menjadi perhatian publik. Untuk itu dibutuhkan peran semua pihak untuk melindungi saksi maupun korban dalam memperjuangkan hukum dan keadilan .

“Untuk itu LPSK memiliki peran dalam perlindungan terhadap saksi dan korban dalam tahapan proses peradilan. Perlindungan saksi dan korban bertujuan memberikan rasa aman dalam memberikan keterangan pada proses peradilan pidana,” ujar Abdul Haris Semendawai di sela-sela sosialisasi Peran LPSK dalam Penegakan Hukum di Indonesia di Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum Universitas Islam Indonesia (PKBH UII) Yogyakarta, Jumat (9/11).

Disebutkan, selama kurun waktu Januari-Juni 2018, LPSK menerima 189 permohonan perlindungan kekerasan seksual anak. Selama ini kebanyakan korban kekerasan mengalami trauma psikologis.
Dalam kasus tindak pidana perdagangan orang, LPSK menerima 59 permohonan perlindungan saksi maupun korban. Kebanyakan orang menjadi korban setelah diiming-imingi pekerjaan dengan upah yang cukup menggiurkan. Bahkan korban menderita luka fisik dan trauma setelah terjadi eksploitasi baik fisik maupun seksual.

Sementara dalam catatan LPSK, tindak pidana terorisme pada tahun 2018 kembali melanda sejumlah daerah di Indonesia. Hal ini mengakibatkan banyak korban tewas maupun luka-luka. Tak hanya nyawa, kejahatan ini juga mengakibatkan kerugian materiil yang cukup besar.

Dengan tingginya angka kejahatan tersebut sangat penting dilakukan perlindungan saksi dan korban. Perlu penanganan yang tepat bagi saksi dan korban agar mereka aman dan nyaman dalam memberikan kesaksian di persidangan.

“Mengingat potensi ancaman bagi saksi dan korban kejahatan sangat terbuka. Sehingga kami siap untuk terjun ke lapangan memberikan perlindungan saksi dan korban ketika diminta,” tegas Abdul Haris Semendawai. (C-5)

 

Read previous post:
KARTUN – 9 November 2018

Close