Sejumlah ASN Daftar Bakal Calon Kepala Desa

SUKOHARJO (MERAPI) – Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) maju menjadi bakal calon kepala desa dalam pemilihan kepala desa (pilkades) di 125 desa di 11 kecamatan. Para ASN tersebut tidak harus mengundurkan diri dari pekerjaanya sekarang dan hanya cukup meminta izin dari atasannya. Merekapun sudah mengantongi izin dan mengikuti semua tahapan pilkades.

Kabag Pemerintahan Desa (Pemdes) Pemkab Sukoharjo Setyo Aji Nugroho, Kamis (8/11) mengatakan, benar ada sejumlah ASN mendaftarkan diri mengikuti bakal calon kepala desa dalam agenda pilkades 11 Desember mendatang. Keikutsertaan para ASN tersebut tidak dipermasalahkan Pemkab Sukoharjo. Sebab sesuai aturan baru dari pemerintah pusat memang mengizinkan ASN maju mengikuti pilkades tanpa harus mengundurkan diri dari pekerjaanya sekarang.

ASN yang sudah mendaftarkan diri sebagai bakal calon kepala desa dalam pilkades dipastikan sudah mengantongi izin dari atasan tempatnya bekerja sekarang. Dalam hal ini pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Bupati Sukoharjo. Apabila tidak mendapat izin maka ASN jelas dilarang tampil dalam pilkades.

Selama sudah mendaftar menjadi bakal calon kepala desa para ASN tetap masih wajib bekerja seperti biasa tanpa mengurangi sedikitpun beban pekerjaanya. ASN baru diperbolehkan tidak bekerja sebagai abdi negara apabila sudah menang dalam pilkades dan ditetapkan sebagai kepala desa.

“Ada cukup banyak ASN maju dalam pilkades dan mereka sudah resmi mendaftar sebagai bakal calon kepala desa. Saya tidak hafal jumlahnya tapi semenjak ada kelonggaran aturan baru pemerintah membuat ASN tertarik maju dalam pilkades,” ujarnya.

Beberapa ASN yang memilih maju mendaftar sebagai bakal calon kepala desa dalam pilkades sebelumnya menjabat sebagai sekretaris desa (sekdes). Para sekdes tersebut tidak lagi menjabat pada jabatan sebelumnya namun digeser ke sejumlah kantor pemerintahan di Pemkab Sukoharjo. Penarikan dilakukan karena posisi sekdes di desa sekarang tidak lagi dijabat oleh seorang ASN namun orang umum.

Para ASN bekas sekdes sekarang berusaha kembali ke desa tempat asalnya dengan mencoba ikut dalam pilkades. Harapannya mereka tidak hanya bisa menang dalam pilkades tapi juga kembali kerja dekat dengan rumah atau desa asalnya.

“Apabila menang dalam pilkades maka mantan sekdes tersebut tidak hanya bisa jadi kepala desa namun juga tetap menjabat ASN,” lanjutnya.

Aji menambahkan, ASN sekarang diperbolehkan maju mengikuti proses tahapan pilkades dan menjadi kepala desa tanpa perlu harus keluar dan kehilangan haknya sama sekali sebagai ASN.

Hal tersebut menjadi perubahan mencolok pada penyelenggaraan Pilkades Tahun 2018 diseluruh daerah di Indonesia termasuk di Kabupaten Sukoharjo. Pemerintan sudah memberikan aturan dalam dua Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri).

Aturan dari pemerintan pusat diperkuat dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 14 Tahun 2017 tentang Perubahan Kedua atas Perda Nomor 10 Tahun 2015 tentang Kepala Desa. Selanjutnya sebagai penguat sudah ada Peraturan Bupati (Perbup). (Mam)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Perusahaan Diminta Patuhi UMK 2019

PATI (MERAPI) - Ketua Federasi Serikat Pekerja Keadilan Pati, Ahmadi mengingatkan pimpinan perusahaan agar menggaji pekerja sesuai Upah Minimum Kabupaten.

Close